POJOKSATU.id - Healing atau memulihkan diri dari kepenatan rutinitas sehari-hari adalah hal yang penting di masa seperti sekarang ini

Laju waktu yang seolah cepat di tempat kerja biasanya membuat kita jenuh dan dalam tekanan atau stres sehingga kita perlu suatu aktivitas untuk meredakan hal tersebut.

Sebenarnya istilah healing lebih tepat disematkan pada aktivitas memulihkan luka-luka psikologis dibanding bersantai demi melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari.

Baca Juga: 5 Tempat Makan Sop Janda di Cibitung dan Cikarang Barat yang Cocok untuk Goyang Lidah

Akan tetapi, istilah ini kadung populer dibandingkan istilah lain yang sebenarnya lebih pas 'relaxing'.

Nah, bagi kamu warga Kota Bekasi dan sekitarnya yang ingin mencari tempat healing mungkin tempat-tempat berikut ini cocok.

Yang paling penting tempat ini tidak perlu membuat kamu merogoh kocek terlalu dalam sehingga bisa menikmati proses healingnya dengan damai.

1. Jembatan Cinta dan Sungai Jingkem

Dua tempat ini berbeda tetapi masih bisa diakses dalam satu rute. Jembatan Cinta berada di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya.

Sedangkan Sungai Jingkem berada di Desa Huripjaya, Kecamatan Babelan. Di sini kita disusugi pemandangan hutang mangrove.

Jika menginginkan suasana laut dengan desir angin yang sepoi, maka Jembatan Cinta tempatnya.

Baca Juga: Gak Usah Jauh-Jauh, Ini Rekomendasi 5 Tempat Foto Prewedding di Bekasi

Kita bisa menggunakan jasa perahu untuk sekadar berkeliling ke lepas pantai Laut Jawa atau menuju Sungai Jingkem. Tarifnya sekitar Rp20.000 sampai Rp30.000 sekali jalan.

Pemandangan laut yang membentang luas akan membuat pikiran kita lega dan segar kembali.

2. Pail Segarajaya

Lokasi Pail Segarajaya (beberapa menyebutnya Pail Marunda) tidak berjauhan dengan lokasi yang ada pada daftar urutan pertama. Ini merupakan tempat favorit Penulis.

Pail adalah sebutan populer bagi masyarakat setempat untuk tempat tersebut. Lokasi tempat ini bisa diakses ke arah krematorium Nirwana sampai di gerbang krematorium tinggal belok kiri dan ada pintu kecil di sana.

Letaknya di sebelah timur PLTGU Muara Tawar dan memang agak tersembunyi, karena itu tidak banyak orang yang tahu.

Perbedaan dengan Jembatan Cinta yaitu di pail ini terdapat jembatan memanjang dan menjorok ke arah laut sehingga kita bisa melihat pemandangan laut lepas tanpa ada pepohonan, kecuali mangrove.

Kita mesti berhati-hati ketika meniti jembatan tersebut karena tidak terlalu lebar dan banyak pembatas yang sudah hilang.

Baca Juga: 5 Tempat Makan Gabus Pucung di Kota Bekasi dengan Rating Tertinggi

Di tengah jembatan ini ada saluran pembuangan dari PLTGU Muara Tawar yang airnya hangat. Menurut cerita sebagian warga setempat biasanya setiap pagi ada orang yang berendam di situ dan diyakini air tersebut dapat menyembuhkan penyakit tertentu.

Jika anda telah mencapai ujung jembatan Anda bisa duduk-duduk dan melihat suasana laut lepas yang mendamaikan hati meskipun di sini ada beberapa hal yang pasti anda maklumi seperti sampah yang tersangkut di antara mangrove dan juga bau amis ikan dari jalak yang biasanya diletakkan di bagian jembatan

Hal ini bisa menjadikan tempat healing bagi anda karena suasana yang ditawarkan begitu nyaman ketika kita melihat laut lepas maka seolah pikiran dan segala kemumatan yang kita rasakan ikut sirna.

3. Situ Rawagede

Situ Rawagede terletak di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi titik di situ melepas ketenatan dari rutinitas harian dengan memandangi tenangi air yang ada di situ ini.

Situ Rawagede ini berbentuk mirip huruf N jika dilihat dari atas. Air di sini sangat tenang dan yakinlah bisa mensugesti pikiran agar sama tenangnya.

Untuk pergi ke Situ Rawagede tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bekasi dan hanya dikenakan tarif parkir sebesar Rp5.000. Jika anda punya waktu selain weekend maka disarankan untuk datang ke tempat ini saat hari kerja untuk mendapatkan suasana sepinya

Tetapi jika hanya punya waktu saat weekend maka carilah tempat yang tidak begitu ramai untuk melepas kepenatan sehingga kita bisa beraktivitas diproduktif lagi pada hari Senin.

4. Wisata Alam Situ Burangkeng

Situ burangkeng terletak di wilayah Desa Ciledug, Kecamatan Setu. Kabupaten Bekasi. Lokasi ini menawarkan pemandangan khas situ yang berair tenang sama seperti itu ada daftar sebelumnya

Meski situ ini cenderung ramai pada sore hari apalagi saat akhir pekan akan tetapi luasnya situ ini membuat kita bisa merasakan healing dengan hanya sebatas memandangi danau.

Baca Juga: 3 Kafe di Bekasi yang Cocok Tempat Nongkrong

Kita bisa memilih Spot yang sepi dan melihat pemandangan khas Situ Burangkeng. Biasanya ada orang yang mencari ikan atau sekadar membersihkan situ dan juga ada beberapa orang yang memancing di sana. Waktu seolah berjalan lambat di sini.

Tempat ini tidak dikenakan biaya parkir karena kita masih bisa memarkirkan kendaraan secara bebas dan di pinggir-pinggir danau terdapat beberapa tempat makan atau warung kopi dan juga pedagang kaki lima ya siap untuk memanjakan perut.

5. Curug Parigi

Tempat ini sempat viral karena menyajikan suasana air terjun yang cukup sulit ditemui di wilayah perkotaan seperti Kota Bekasi.

Curug Parigi berada di wilayah kelurahan Cikiwul, kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi

Di sini kita dapat melihat air terjun kecil yang punya efek healing terhadap apa yang kita alami karena suara air terjun ini begitu khas di telinga kita.

Meski demikian pada saat-saat tertentu air terjun ini bisa saja berwarna butek dan juga menimbulkan bau tidak sedap hal itu yang biasanya menjadi catatan kurang baik di tempat yang satu ini.

Air butek dan bau yang tidak sedap itu bukan tanpa sebab karena biasanya terjadi akibat pencemaran dari limbah pabrik.

Akan tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba ke tempat ini di mana tarif parkir motor Rp5.000, sepeda Rp2000 dan mobil Rp10.000.

Di sini juga ada pedagang makanan yang bisa anda temui. Cobalah, siapa tahu Anda sedang hoki dan melihat air yang sedang jernih dan tanpa bau.

Demikian tempat healing di Bekasi yang ramah kantong. Pertimbangan penulis dalam berdasarkan pengalaman yang telah dilalui di tempat-tempat tersebut.

Jarak akses juga menjadi pertimbangan, di mana kita bisa melepaskan penat lewat bermotor dengan jarak yang cukup jauh tergantung dari mana anda berangkat.***