BEKASI.POJOKSATU.id - Goenawan Mohamad menanggapi dingin pertanyaan mengenai dirinya yang diisukan akan dinominasikan ke panitia Penghargaan Nobel tahun ini.
Hal itu disampaikan pada sesi wawancara yang dilakoninya di acara Talk Show Rosi yang disiarkan di kanal Youtube Kompas TV Sukabumi pada 2 November 2023 lalu.
Mengenai hal itu, Goen atau GM, sapaan akrabnya, menanggapi adanya nominasi Penghargaan Nobel untuk Kesusastraan tidak mengejutkan, dia sempat mendengarnya dari beberapa pihak atas kabar tersebut dan menanggapinya dengan biasa saja.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Buku Fiksi yang akan Mengubah Pandanganmu Atas Dunia
Menurutnya wacana itu sudah sejak lama dia dengar. Meskipun demikian, hal mengenai anugerah bergengsi bagi penyair itu tidak banyak mempengaruhi apa yang sedang dia kerjakan.
Pria yang kini berusia 82 tahun itu memang sejak periode 1960an telah banyak menelurkan karya. Baik di bidang sastra, esai, maupun karya jurnalistik dan kini tengah merambah dunia seni rupa.
Konsistensinya menulis, kususnya karya sepanjang hidupnya Catatan Pinggir. Serta kiprahnya dalam bidang kebudayaan sebagai salah satu bagian dari Manifestasi Kebudayaan merupakan aset intelektual penting bangsa ini.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Buku Islami yang Cocok Temani Waktu Membaca di Kala Senggang
Dari situ beberapa pihak menganggap dedikasinya berkesenian dan semangat intelektualitas yang secara konsisten dia kerjakan pantas untuk diganjar Penghargaan Nobel untuk Kesusastraan.
Meskipun demikian, menurut GM, kecil kemungkinan anugerah itu dapat dia menangkan. menimbang Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang jarang diketahui, terutama pada karya sastra Indonesia.
Dia juga menyampaikan mengenai kecilnya atensi dunia pada sastra Indonesia. Dimana menurutnya sastra Indonesia masih kalah dengan sastra negara lain di Asia Tenggara yang karya sastranya sempat dia temui di beberapa tempat.
Pendapatnya itu jelas berdasar. Apabila menengok kebelakang, sejauh ini, penyair Indonesia yang pernah masuk nominasi Penghargaan Nobel untuk Kesusastraan tersebut hanya Pramoedya Ananta Toer. Meskipun kemudian Pram gagal memenangkanya.
Baca Juga: Rekomendasi 4 Novel yang Bisa Atasi Kebosanan Kamu, Salah Satunya Mariposa yang Tenar di Wattpad
Berbeda dengan Pramodya Ananta Toer yang telah tutup usia. Goenawan Mohamad masih aktif berkesenian hingga kini, hal ini dianggap momentum yang tepat dan dia memang layak untuk mendapatkanya.
Beberapa kalangan mendukung usulan tersebut. Salah satunya Ayu Utami, Menurutnya di Indonesia sosok yang tepat memenangkan penghargaan tersebut adalah Goenawan Mohamad.
Kiprahnya sejak muda sebagai seorang Intelektual, budayawan, seniman dan mantan jurnalis sekaligus pendiri majalah Tempo menunjukan konsistensinya yang luar biasa.
Di usianya yang sudah semakin senja dia tidak berhenti berkarya. Hingga kini GM masih menyibukkan diri di bidang seni.
Dia masih menulis Catatan Pinggir dan menelurkan karya sastra dan juga pada bidang seni rupa. kiprahnya pada dunia intelektual tidak dapat dibantah.
Menanggapi wacana itu GM tak ambil pusing. Menurutnya yang terpenting bukanlah memenangkan penghargaan tersebut. Melainkan untuk menunjukan pada dunia bagaimana sastra Indonesia, serta meangambil peran di panggung kesussastraan dunia.***



