BEKASI.POJOKSATU.id - Jujutsu Kaisen hasil karya Gege Akutami telah menjadi salah satu serial anime yang paling populer saat ini.

Salah satu antagonis yang menonjol pada Jujutsu Kaisen adalah Mahito, makhluk kutukan yang penuh kebencian dan dendam tapi dirinya sangatlah ceria.

Dalam serial Jujutsu Kaisen, Mahito memilih Kento Nanami sebagai targetnya untuk dibunuh, Inilah 5 alasan utama Mahito membunuh Kento Nanami.

1. Keahlian Tempur Kento Nanami

Salah satu alasan utama Mahito memilih Kento Nanami sebagai targetnya adalah karena keahlian tempur yang dimiliki oleh Kento.

Baca Juga: Alasan Utama Fushiguro Toji Membunuh Dirinya Sendiri pada Jujutsu Kaisen Season 2

Kento Nanami adalah seorang jujutsu sorcerer kelas atas yang sangat kuat dan mahir dalam seni pertarungan bahkan Mahito sempat terpojok.

Dalam pertarungannya melawan Mahito, Kento Nanami telah membuktikan kemampuannya dalam mengalahkan musuh dengan cepat dan efisien.

Sebagai antagonis yang cerdik, Mahito menyadari bahwa untuk meraih tujuannya, dia harus menghadapi lawan yang tangguh seperti Kento.

2. Motivasi Pribadi Mahito

Dalam serial Jujutsu Kaisen, Mahito memiliki motivasi pribadi yang kuat untuk membunuh semua umat manusia yang menghalangi tujuannya.

Diketahui dirinya adalah makhluk kutukan dengan muka tambalan yang merasa terbuang dan tidak diakui oleh masyarakat manusia.

Mahito ingin membuktikan bahwa manusia hanyalah makhluk yang rapuh, dan ingin menghancurkan semua harapan dan impian mereka.

Baca Juga: Jujutsu Kaisen Season 2 Episode 16 Dapat Rating Hampir Sempurna di Berbagai Aplikasi dan Platform

Kento Nanami, sebagai seorang manusia yang terampil dan berpengalaman, menjadi target yang sempurna bagi Mahito untuk membuktikan kebencian terhadap manusia.

3. Pengaruh Kento Nanami dalam Dunia Jujutsu Kaisen

Kento Nanami adalah salah satu jujutsu sorcerer yang dihormati dan berpengaruh dalam dunia Jujutsu Kaisen karena kekuatannya.

dia adalah seorang veteran yang ahli dalam pertarungan melawan makhluk kutukan, Bahkan Kento Nanami pernah berhadapan langsung dengan Mahito.

Mahito sebagai makhluk kutukan ingin menciptakan kekacauan dan ketakutan, menyadari bahwa dengan membunuh Kento Nanami.

dia akan memicu kepanikan dan kecemasan di antara jujutsu sorcerer lainnya dan kekuatan SMA Jujutsu pun tentu saja berkurang.

Baca Juga: Inilah Tahun Rilis Game Jujutsu Kaisen Cursed Clash, Sudah Pada Tahap Menghitung Bulan

Tindakan ini akan menunjukkan pada dunia bahwa bahkan Jujutsu sorcerer terbaik pun dapat terbunuh oleh makhluk kutukan yang dapat beregenerasi dengan cepat.

menciptakan ketakutan dan kepanikan yang lebih besar di antara masyarakat dan jujutsu sorcerer lainnya terutama bagi seorang pemula.

4. Hubungan Antara Kento Nanami dan Itadori Yuji

Hubungan antara Kento Nanami dan Itadori Yuji juga berkontribusi pada alasan Mahito memilih Kento Nanami sebagai targetnya untuk dibunuh.

Kento Nanami adalah mentor bagi Itadori Yuji, Seorang Jujutsu sorcerer pemula yang memiliki potensi besar untuk mengalahkan Mahito.

Mahito ingin menggunakan kebencian dan dendamnya terhadap manusia untuk mempengaruhi Itadori Yuji dan memperluas kekuatan kutukan dalam dirinya.

Melalui kematian Kento Nanami, Mahito berharap bisa mempengaruhi Itadori Yuji dengan cara yang lebih kuat dan membawanya ke jalur kesesatan.

5. Trik Psikologis Mahito

Mahito adalah makhluk kutukan yang sangat cerdik dan berbahaya, Salah satu alasan untuk memilih Kento Nanami sebagai korban.

Adalah karena Mahito mengetahui bahwa Kento Nanami memiliki masa lalu yang tragis dan penuh dengan kegagalan pada saat bekerja.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Kekuatan Maximum Meteor Milik Jogo yang digunakan Pada Jujutsu Kaisen Season 2 Episode 16

Mahito ingin memanfaatkan kerapuhan psikologis Kento untuk melemahkan dan menghancurkan semangatnya dalam pertarungan.

Dengan melakukan itu, Mahito berharap bisa menciptakan kekacauan dalam kehidupan Kento Nanami dan memperkuat keyakinannya.

Dalam serial anime Jujutsu Kaisen, Mahito memiliki alasan kuat untuk memilih Kento Nanami sebagai target tindakan keji yang dilakukan dirinya.***