BEKASI.POJOKSATU.id – Demam adalah peningkatan suhu tubuh yang diukur dengan thermometer dan melebihi 37,5 derajat Celsius. Mengapa anak yang aktif dan ceria di pagi atau siang hari menjadi rewel, lemas, atau lesu di malam hari?
dr. Aisya Fikritama, Sp.A mengungkapkan ini kemungkinan karena infeksi seperti flu, radang, atau penyakit infeksi lainnya yang dimulai dengan demam.
Ia menjelaskan bahwa biasanya penyakit pada anak dimulai dengan demam, meski pada awalnya belum jelas penyakit apa yang diderita.
Setelah tiga hari demam, biasanya muncul gejala tambahan seperti ruam, gangguan pencernaan, atau bintik-bintik merah.
Baca Juga: Jadwal Lengkap dan Pembagian Grup Cabor Sepak Bola Olimpiade Paris 2024
"Demam juga bisa disebabkan oleh dehidrasi, misalnya akibat mual, muntah, atau diare yang mengakibatkan kehilangan cairan elektrolit. Cairan yang hilang harus digantikan dengan minuman dan makanan. Jika anak tidak mau makan atau minum, bisa menyebabkan dehidrasi dan lemas, yang pada akhirnya memicu demam," jelas dia.
dr. Aisya, yang berpraktik di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) Surakarta, menambahkan bahwa tumbuh gigi juga bisa menyebabkan demam karena rasa sakit dan nyeri.
Anak yang memiliki kecenderungan kejang juga bisa mengalami demam sebagai tanda akan kejang. Oleh karena itu, penting untuk segera menurunkan demam dengan obat penurun panas, kompres hangat, dan tindakan lainnya.
"Ketika anak demam, segera berikan obat penurun panas seperti paracetamol. Jangan biarkan anak dalam kondisi demam. Jika tidak memiliki thermometer, ibu bisa merasakan demam pada anak dan segera memberikan obat penurun panas dan kompres," kata dia
"Jika demam tidak turun meski sudah diberikan obat dan makanan, segera bawa anak ke dokter spesialis anak atau Instalasi Gawat Darurat (IGD)," sambung dia.
dr. Aisya juga menjelaskan perbedaan antara anak-anak dan orang dewasa saat sakit. Orang dewasa biasanya memiliki kemauan untuk sembuh dan makan, sementara anak-anak seringkali menolak makan saat sakit.
"Jika anak demam, sebaiknya tunggu tiga hari dan tangani dahulu di rumah. Namun, jika anak mengalami dehidrasi, lemas, atau muntah saat diberikan makanan, segera bawa ke IGD tanpa menunggu tiga hari," ungkap dr. Aisya.
Baca Juga: Piala Presiden 2024: Prediksi Persija Jakarta vs Arema FC, Duel Dua Tim Paling Sukses di Gelaran Ini
dr. Aisya menjelaskan beberapa pola demam, seperti demam terus-menerus, demam intermiten, dan demam yang datang sore hingga malam yang bisa mengarah ke tifoid, tetapi perlu didukung oleh gejala lainnya.
Apakah perlu membawa anak ke dokter? Menurut dr. Aisya, jika anak demam selama tiga hari berturut-turut, disertai lemas, tidak aktif, dan tidak nafsu makan, sebaiknya segera dibawa ke IGD untuk mendapatkan infus dan perawatan yang lebih intensif.
"Saat bayi atau anak demam, perbanyak asupan cairan termasuk sup dan kuah. Untuk bayi usia 0 hingga 6 bulan, lebih sering diberikan ASI," tambahnya.
dr. Aisya juga menekankan pentingnya mengompres hangat saat anak demam dan menggunakan minyak telon yang hangat, seperti Doodle Exclusive Telon Oil, yang aman untuk kulit sensitif bayi dan memberikan efek hangat.
"Telon ini bisa digunakan sejak bayi baru lahir dan tidak menyebabkan iritasi. Cukup oleskan di dada dan punggung bayi untuk menghangatkan tubuhnya," ujar dia.
dr. Aisya menambahkan, segera bawa anak ke dokter jika demamnya tinggi (di atas 39 derajat Celsius), anak malas minum, semakin lemas, muntah, atau diare yang tidak berhenti. Jika anak mengalami kejang, segera bawa ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya.
Terakhir, dr. Aisya berpesan agar orang tua tidak panik jika anak demam di malam hari. Atasi dengan melonggarkan pakaian, mengompres hangat, dan memberikan obat penurun panas. Jika demam mencapai 39 derajat Celsius, segera bawa ke IGD.***




