BEKASI.POJOKSATU.ID - Istilah serangan fajar seolah menjadi bagian dari dinamika politik pada masa tenang apapun perhelatannya. Mulai dari pemilihan kepala desa (pilkades), pemilihan kepala daerah (pilkada), pemilihan anggota legislatif (pileg) dan sejenisnya.
Istilah ini terkadang sebatas kelakar di warung kopi maupun sesuatu yang memang ditunggu-tunggu warga dan diawasi secara ketat oleh pengawas.
Sebenarnya apa arti dari serangan fajar?
Serangan fajar adalah praktik politik uang supaya pemilih mencoblos pasangan calon tertentu. Kenapa dinamai fajar? Karena waktu distribusi uang tersebut berlangsung pada pagi hari sebelum pemungutan suara.
Baca Juga: Tipe-Tipe Pemilih Menghadapi Serangan Fajar
Meskipun merupakan praktik terlarang, akan tetapi praktik serangan fajar masih dilakukan dengan terorganisasi sehingga sering kali luput dari pengawasan petugas.
Pendistribusian uang diaosiasikan dengan serangan karena hal tersebut mampu memengaruhi pemilih pragmatis maupun pemilih yang masih bimbang memilih siapa.
Apakah serangan fajar efektif?
Tergantung operator atau si penyebar uang tersebut. Tak jarang praktik curang ini juga diliputi berbagai kecurangan seperti data palsu, uang yang tidak didistribusikan kepada pemilih sampai dan pemotongan nomilal yang semestinya didistribusikan kepada pemilih.
Jadi, sudah tahu kan arti serangan fajar yang mulai ramai diperbincangkan. Bagaimanapun, sebagai pemilih harus memilih calon kepala daerah berdasarkan riwayat seperti rekam jejak, program, sampai kepribadian kepala daerah tersebut.***




