BEKASI.POJOKSATU.ID - Stasiun Kereta Api Tambun (TB) yang terletak di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mungkin tampak seperti stasiun kecil yang sederhana.

Namun di balik tampilannya yang kini modern dan minimalis, stasiun ini menyimpan sejarah panjang dan peran strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Dibangun pada tahun 1898, Stasiun Tambun telah berusia lebih dari 125 tahun.

Baca Juga: Gaji Pekerja Naik! Ini UMK 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat Tahun 2026, Bekasi Jadi Juara

Usianya bahkan lebih tua dibandingkan sejumlah stasiun besar lain di Jakarta dan sekitarnya.

Meski kerap luput dari sorotan, stasiun ini memiliki nilai historis yang tinggi, terutama pada masa kolonial hingga periode Perang Kemerdekaan Indonesia.

Dalam catatan sejarah, Stasiun Tambun pernah menjadi salah satu titik penting pergerakan transportasi dan logistik.

Baca Juga: Kuliah Murah di Bekasi! Ini Daftar Kampus Berkualitas dengan Biaya Mulai Rp700 Ribuan

Letaknya yang strategis di jalur kereta Batavia-Karawang menjadikan stasiun ini sebagai tempat persinggahan vital, tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga bagi para pejuang kemerdekaan.

Pada masa revolusi fisik antara 1945 hingga 1950, Stasiun Tambun berfungsi sebagai jalur mobilisasi pejuang dan distribusi logistik.

Para pejuang kerap memanfaatkan stasiun ini untuk berpindah tempat secara cepat dan relatif aman, sekaligus menjadi lokasi berkumpul sebelum menjalankan misi perjuangan.

Baca Juga: Kebakaran Ruko Di Pasar Baru Bekasi, Diduga Korsleting Listrik Dari Ruko Pakaian Yang Lama Tidak Digunakan

Keberadaan Stasiun Tambun juga tidak dapat dipisahkan dari Gedung Juang Tambun yang berada tidak jauh dari lokasi stasiun.

Gedung Juang merupakan bangunan bersejarah yang kini berstatus cagar budaya dan menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Salah satu fakta menarik yang jarang diketahui masyarakat adalah adanya bunker bawah tanah yang menghubungkan Gedung Juang dengan Stasiun Tambun.

Bunker tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 500 meter dan digunakan sebagai jalur rahasia pada masa perjuangan.

Jalur ini memungkinkan pergerakan pejuang dan proses perundingan, termasuk pertukaran tawanan antara pejuang Indonesia dan pihak Belanda.

Baca Juga: Kebakaran Ruko Di Pasar Baru Bekasi, Membuat Panik Para Pedagang

Seiring waktu, Stasiun Tambun mengalami perubahan fisik. Bangunan lama stasiun telah digantikan dengan bangunan baru yang mengusung desain modern.

Meski demikian, nilai sejarah yang melekat tidak luntur. Stasiun ini kini berdiri megah di dekat underpass Pasar Tambun dan menjadi bagian penting dari sistem transportasi Jabodetabek.

Hingga hari ini, Stasiun Tambun tetap menjadi saksi bisu perubahan zaman.

Dari era kolonial, masa perjuangan kemerdekaan, hingga era modern, stasiun ini menyimpan cerita tentang perjuangan, pengorbanan, dan dinamika kehidupan masyarakat Bekasi yang patut dikenang dan dilestarikan.***