BEKASI.POJOKSATU.ID - Festival Imlek Jakarta 2026 resmi digelar dan langsung menyulap sejumlah titik ikonik ibu kota menjadi pusat perayaan budaya sekaligus destinasi wisata tematik.
Tidak hanya di satu lokasi, rangkaian acara tersebar dari Bundaran HI, TMII, Blok M Hub, Monas, Kota Tua, hingga kawasan Pecinan Glodok.
Pembukaan festival dilakukan di Bundaran HI, Jumat 13 Februari 2026, yang menjadi salah satu pusat kemeriahan.
Baca Juga: Bekasi Masuk Empat Daerah Pertama, Proyek PSEL Ditargetkan Tekan Volume Sampah dan Hasilkan Energi
Di lokasi ini, pengunjung dapat menikmati instalasi Lampion 3D 12 Shio, Pagoda LED, atraksi barongsai, hingga pertunjukan laser yang memadukan cahaya dan musik.
Suasana malam ibu kota pun berubah menjadi panggung cahaya penuh warna.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni budaya, tetapi juga bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan ramah bagi semua.
Baca Juga: Libur Imlek 2026, Volume Kendaraan di Tol Trans Jawa Meningkat Signifikan
“Jakarta akan menjadi kota yang inklusif, kota global, dan kota bagi siapa pun. Semua agama yang diakui pemerintah, termasuk perayaan Imlek, dirayakan bersama di Jakarta,” ujarnya.
Selain Bundaran HI, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga menjadi lokasi Festival Pecinan Jakarta pada 15–17 Februari.
Di kawasan ini, pengunjung dapat menikmati pertunjukan seni budaya Tionghoa, kuliner khas, serta berbagai atraksi tradisional yang memikat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Baca Juga: TP PKK Kota Bekasi Gelar Lomba Kreasi Makanan Etnik, Dorong Inovasi Pangan Lokal
Blok M Hub turut menghadirkan agenda bertajuk Harmoni Jakarta pada tanggal yang sama.
Sementara itu, Monas menampilkan video mapping bertema Semarak Imlek Nasional yang memanfaatkan fasad bangunan sebagai layar raksasa.
Kota Tua juga tidak ketinggalan dengan gelaran Jakarta Light Festival pada 16–17 Februari yang memadukan arsitektur klasik dengan instalasi cahaya modern.
Puncak kemeriahan akan berlangsung pada 3 Maret 2026 di kawasan Pecinan Glodok melalui perayaan Cap Go Meh.
Tradisi ini diprediksi menjadi magnet utama yang menarik lonjakan kunjungan wisatawan ke pusat sejarah komunitas Tionghoa di Jakarta.
Baca Juga: Menteri LH dan Wali Kota Bekasi Turun Langsung Pimpin Aksi Bersih Kawasan Juanda–Pasar Baru
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menambahkan bahwa kemeriahan festival juga diperkuat oleh Lomba Dekorasi Imlek yang diikuti 98 gedung di berbagai kawasan, termasuk SCBD.
“Kita menyelenggarakan lomba dekorasi Imlek dengan melibatkan pengelola gedung. Ini bertujuan meningkatkan keindahan dan estetika kawasan pedestrian, sekaligus memperkuat harmoni dalam keberagaman,” jelas Rano.
Dengan rangkaian acara yang tersebar di berbagai titik strategis, Festival Imlek Jakarta 2026 diproyeksikan mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan UMKM.
Perpaduan budaya, cahaya, dan destinasi kota menjadikan Imlek tahun ini bukan hanya perayaan, melainkan juga atraksi wisata berskala besar.***




