BEKASI.POJOKSATU.ID - Ramadan di Jakarta selalu identik dengan tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa.

Setiap sore, berbagai sudut ibu kota berubah menjadi pusat kuliner dadakan yang dipenuhi warga.

Dari pasar legendaris hingga kawasan bersejarah, suasana ngabuburit terasa hidup dengan deretan penjual kolak, es buah, gorengan, hingga makanan berat siap santap.

1. Pasar Bendungan Hilir

Salah satu lokasi paling ikonik adalah Pasar Bendungan Hilir atau yang akrab disebut Benhil.

Terletak di Jakarta Pusat, kawasan ini kerap dijuluki sebagai pusat takjil paling legendaris di ibu kota.

Sejak sore hari, jalanan di sekitar pasar dipadati pembeli yang rela antre demi mendapatkan hidangan favorit.

Baca Juga: Relokasi 500 Pedagang Jadi Titik Awal Penataan Besar Pasar Baru Cikarang

Pilihan menunya sangat lengkap, mulai dari kue basah tradisional, kolak pisang, es campur, hingga nasi kebuli dan aneka lauk berbumbu khas Timur Tengah.

Atmosfernya yang ramai dan khas pasar Ramadan menjadi daya tarik tersendiri.

2. Pasar Santa Kebayoran Baru

Tak kalah populer, Pasar Santa di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi favorit anak muda dan keluarga.

Konsepnya yang lebih modern dengan tenant kuliner kreatif menghadirkan suasana berbeda.

Biasanya mulai ramai sejak pukul 15.00 WIB, pengunjung bisa menemukan minuman segar kekinian, camilan unik, hingga jajanan tradisional dengan harga terjangkau.

Kombinasi kuliner dan suasana santai membuat Pasar Santa selalu dipadati pengunjung setiap Ramadan.

 

3. Area Masjid Sunda Kelapa Menteng

Bagi yang ingin merasakan ngabuburit dengan nuansa religius, area sekitar Masjid Sunda Kelapa di Menteng menjadi pilihan menarik.

Deretan pedagang takjil menjajakan aneka kuliner khas Betawi yang menggugah selera.

Setelah berbuka, pengunjung dapat langsung menunaikan salat maghrib berjamaah di masjid. Nuansa kebersamaan dan spiritualitas terasa kental di lokasi ini.

4. Jalan Panjang

Di Jakarta Barat, Jalan Panjang dikenal sebagai salah satu surganya takjil.

Setiap sore, pedagang memenuhi sisi jalan dengan berbagai pilihan menu.

Bubur kampiun dan aneka gorengan menjadi primadona yang hampir selalu memicu antrean panjang.

Minuman segar seperti es blewah dan es timun suri juga mudah ditemukan di kawasan ini.

Baca Juga: 10 Ide Jualan Takjil Bulan Puasa 2026 yang Diprediksi Laris Manis, Dari Mango Sticky Rice Bites hingga Mochi Buah Kekinian

5. Kawasan Tebet

Sementara itu, kawasan Tebet di Jakarta Selatan menawarkan banyak titik berburu takjil, seperti Pasar Tebet Barat, PSPT, Asem Baris, hingga area sekitar Stasiun Tebet.

Letaknya yang strategis dan mudah diakses membuat kawasan ini tak pernah sepi.

Ragam menu dari camilan tradisional hingga minuman kekinian tersedia lengkap untuk memenuhi selera berbagai kalangan.

6. Kawasan Condet

Di Jakarta Timur, kawasan Condet terkenal dengan kekayaan budaya Betawi.

Jalan Raya Condet, Jalan Entong Gendut, hingga Jalan Batu Ampar 3 menjadi titik ramai pedagang takjil.

Di sini, pengunjung dapat menemukan camilan manis khas Betawi yang jarang ditemui di tempat lain, menjadikannya destinasi unik saat Ramadan.

7. Banjir Kanal Timur

Masih di Jakarta Timur, Banjir Kanal Timur atau BKT menjadi lokasi ngabuburit merakyat yang selalu dipadati warga.

Area terbuka di sekitar kanal membuat suasana berburu takjil terasa lebih santai.

Warga biasanya datang bersama keluarga atau teman untuk menikmati sore sambil menunggu waktu berbuka.

8. Kota Tua Jakarta

Terakhir, Kota Tua Jakarta menawarkan pengalaman ngabuburit yang estetik dan bersejarah.

Baca Juga: Polisi Amankan Terduga Copet Saat Safari Ramadan Berlangsung di Bekasi

Area sekitar Stasiun Jakarta Kota dan Museum Bank Indonesia dipenuhi pedagang takjil setiap Ramadan.

Pengunjung dapat berjalan-jalan menikmati bangunan kolonial sambil mencari hidangan berbuka. Perpaduan wisata sejarah dan kuliner menjadikan kawasan ini selalu ramai.

Beragamnya spot takjil di Jakarta menunjukkan tradisi berburu makanan berbuka tetap menjadi bagian penting Ramadan di ibu kota.

Setiap lokasi menawarkan suasana dan cita rasa berbeda, namun memiliki satu kesamaan, menghadirkan kebersamaan dan kegembiraan menjelang azan maghrib.

Dari pusat kota hingga pinggiran, Ramadan di Jakarta selalu terasa hidup dengan warna-warni takjil yang menggoda selera.***