BEKASI.POJOKSATU.id - Kenaikan biaya hidup yang terus terjadi membuat pengeluaran Anda bisa membengkak tanpa terasa.
Inflasi yang meningkat mengikis daya beli, sehingga tanpa pengaturan yang tepat, tabungan bisa cepat habis.
Di saat seperti ini, pengelolaan keuangan menjadi sangat penting.
Untuk itu, Pinjol yang terdaftar di OJK bisa menjadi salah satu solusi, tapi pengaturan keuangan pribadi juga harus diperkuat.
Mengatur keuangan bukan berarti harus mengorbankan semua kenyamanan dalam hidup.
Ada cara-cara praktis yang bisa diterapkan agar pengeluaran tetap terkontrol sekaligus menjaga kualitas hidup.
Berikut ini 10 jurus yang bisa Anda lakukan untuk mengelola uang dengan lebih bijak saat pengeluaran membengkak.
Jurus Mengatur Keuangan Saat Pengeluaran Membengkak
Untuk mengatur keuangan dengan efektif, langkah awal adalah melakukan evaluasi menyeluruh agar Anda tahu pos pengeluaran mana yang bisa dihemat.
Selanjutnya, ikuti jurus-jurus berikut.
1. Evaluasi dan Audit Pengeluaran Secara Menyeluruh
Langkah pertama yang penting adalah menyusun dan mengevaluasi anggaran berdasarkan kondisi terbaru.
Catat setiap pengeluaran secara detail, mulai dari kebutuhan pokok hingga hiburan.
Karena harga kebutuhan bisa berubah sewaktu-waktu, lakukan evaluasi minimal sekali sebulan.
2. Terapkan Anggaran Fungsional dan Fleksibel
Buat anggaran yang tidak kaku tapi mudah diubah sesuai perubahan harga pasar.
Misalnya, jika selama ini Anda menggunakan rumus 50/30/20 untuk kebutuhan, keinginan, dan tabungan, Anda bisa menyesuaikannya dengan memperbesar porsi tabungan menjadi 30% dan menekan pengeluaran untuk keinginan menjadi 20%.
3. Ubah Mindset dengan Prinsip "Pay Yourself First"
Salah satu cara efektif menabung adalah dengan mengutamakan penyisihan dana tabungan sebelum mengatur pengeluaran lain.
Segera setelah gaji masuk, pindahkan dana ke tabungan secara otomatis.
Jadi, belanjakan uang yang tersisa dari sisa tabungan, bukan menabung dari uang sisa pengeluaran seperti biasanya.
4. Terapkan "Smart Spending" dan Hentikan Langganan Tak Perlu
Belanja dengan cerdas berarti mencari barang berkualitas dengan harga lebih rendah.
Tipsnya adalah membeli grosir, memanfaatkan promo, atau merencanakan menu mingguan agar belanja lebih efisien.
5. Waspadai dan Tutup "Bocor Halus"
Pengeluaran kecil yang terkesan sepele seperti jajan atau membeli kopi bisa menumpuk dan menggerus gaji secara signifikan.
Untuk mengontrolnya, gunakan satu e-wallet khusus dengan nominal mingguan yang ketat tanpa top-up tambahan sebelum waktunya.
Dengan cara ini, pengeluaran harian bisa jauh lebih terkontrol.
6. Review dan Negosiasi Ulang Tagihan
Coba untuk menegosiasikan tarif layanan yang digunakan, seperti paket internet atau polis asuransi.
Bisa jadi ada paket yang lebih murah atau sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Dengan menurunkan tagihan bulanan, Anda bisa langsung mengalihkan dana yang tersisa ke tabungan.
7. Tahan Diri Sebelum Belanja (Aturan 24 Jam)
Utamakan kebutuhan utama seperti makanan pokok dan transportasi daripada barang yang sifatnya pelengkap.
Jika ingin membeli sesuatu, terapkan aturan menunggu selama 24 jam. Setelah menunggu, tanyakan pada diri sendiri apakah barang tersebut benar-benar diperlukan atau hanya keinginan sesaat.
8. Hindari Penggunaan Utang Konsumtif
Hutang untuk membeli barang yang sebenarnya tidak mendesak dan di luar kemampuan akan merusak kesehatan keuangan Anda.
Upayakan menunda pembelian yang tidak penting dan hindari gaya hidup yang dibiayai cicilan agar arus kas tetap stabil dan tidak tertekan.
9. Perkuat Dana Darurat yang Tahan Banting
Dana darurat berperan penting sebagai penyangga keuangan saat menghadapi kondisi tak terduga, misalnya perbaikan rumah atau masalah kesehatan.
Di tengah kenaikan biaya hidup, tingkatkan target dana darurat menjadi minimal 6 sampai 12 bulan kebutuhan hidup.
Simpan dana ini pada instrumen yang mudah dicairkan dan berisiko rendah.
10. Side Hustle
Cara lain mengatasi biaya hidup yang membengkak adalah tidak hanya mengurangi pengeluaran tapi juga menambah penghasilan.
Manfaatkan keterampilan untuk bekerja freelance.
Tambahan pendapatan ini khusus dialokasikan untuk mempercepat tabungan dan investasi.
Pendapatan sampingan membantu meringankan beban keuangan dan mempercepat pencapaian tujuan finansial.
Mengatur keuangan saat pengeluaran meningkat tidak harus membuat hidup terasa sesak.
Salah satu cara untuk mengelola keuangan lebih baik adalah dengan memanfaatkan layanan yang tepat, seperti Tunaiku, yang menawarkan berbagai keunggulan dalam mendukung perencanaan finansial Anda.
Tunaiku by Amar Bank menyediakan layanan KTA online resmi yang diawasi OJK dengan limit hingga 30 juta rupiah dan bunga rendah mulai 0,1% per hari.
Tidak hanya di Jabodetabek, kini Tunaiku by Amar Bank juga hadir di kota lain, yaitu Medan, Surabaya, Batam, Pekanbaru, Makassar, Denpasar, hingga Manado.
Keunggulan utama Tunaiku terletak pada proses persetujuan cepat hanya 3 menit serta sistem pengajuan 100% digital tanpa jaminan yang memudahkan perolehan gadget, smartphone, maupun laptop.
Selain menawarkan tenor fleksibel yang praktis dan transparan, Tunaiku juga menjamin kemudahan komunikasi melalui call center Tunaiku melalui WhatsApp 081132266859, telepon (021) 40005859, atau email tanya@amarbank.co.id.
Kehadiran Tunaiku menjadi solusi pinjaman legal yang terpercaya di berbagai kota besar yang membutuhkan dana tambahan secara aman dan legal.




