BEKASI.POJOKSATU.id -  PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BRI Peduli kembali menjalankan Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI). Program ini ditujukan bagi para pekerja migran yang telah menyelesaikan masa kerja di luar negeri dan kembali ke Indonesia.

Pada pelaksanaan kali ini, sebanyak 60 purna PMI asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon.

Selama program berlangsung, peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari dasar-dasar kewirausahaan, pemetaan potensi usaha dan peluang pasar lokal, penyusunan rencana bisnis, manajemen produksi, pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga penguatan mental sebagai wirausaha. Selain itu, BRI juga memberikan pendampingan bisnis setelah pelatihan selesai.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan program tersebut dirancang untuk membekali purna PMI dengan keterampilan dan pengetahuan agar mampu membangun kemandirian ekonomi melalui usaha produktif maupun peningkatan peluang kerja di dalam negeri.

"Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan kewirausahaan para purna PMI, mulai dari perencanaan hingga pengelolaan usaha yang berkelanjutan," ujar Dhanny, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Selasa, 30 Juni 2026.

Baca Juga: 5 Alasan Belanja di Sharp Official Store, Dijamin Lebih Untung!

Menurutnya, peserta didorong untuk memulai atau mengembangkan usaha sesuai potensi daerah masing-masing. Pendampingan bisnis juga diberikan agar usaha yang dijalankan memiliki daya saing dan dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Dengan dukungan mentor yang berpengalaman, kami berharap para peserta dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.

Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia per Desember 2025, Jawa Barat menjadi provinsi penyumbang pekerja migran terbesar di Indonesia dengan porsi sekitar 21,93 persen dari total nasional.

Sementara Kabupaten Cirebon masuk lima besar daerah asal PMI dengan kontribusi 4,02 persen serta mencatat kenaikan jumlah penempatan dari 767 orang menjadi 886 orang atau meningkat 15,51 persen pada 2025.

Baca Juga: Warga Bekasi Merapat! INFORMA Ahmad Yani Bekasi Tebar Diskon hingga 70 Persen

Melihat tingginya jumlah pekerja migran asal Cirebon, BRI menilai daerah tersebut menjadi salah satu wilayah prioritas dalam pelaksanaan program pemberdayaan purna PMI guna memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha produktif.

Salah seorang peserta, Tanipa, purna PMI asal Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, mengaku merasakan manfaat besar dari pelatihan tersebut. Perempuan yang pernah bekerja di Hong Kong, Bahrain, dan Singapura itu mengatakan materi yang diberikan tidak hanya membahas validasi bisnis, tetapi juga literasi keuangan dan strategi mengembangkan usaha.

"Materinya sangat sesuai dengan kebutuhan purna PMI yang ingin membangun usaha. Saya berharap program seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak purna PMI yang memperoleh manfaat," ujar Tanipa.***