BEKASI.POJOKSATU.id – Meski secara terbuka mengaku sebagai penggemar berat gim Resident Evil, sutradara Zach Cregger tidak sepenuhnya mengadaptasi jalan cerita gim aslinya ke dalam reboot terbarunya. Alih-alih menceritakan ulang kisah Resident Evil 2 secara utuh, film ini justru menghadirkan cerita orisinal yang berjalan berdampingan dengan peristiwa besar dalam gim tersebut, tanpa benar-benar mengikuti alur ceritanya secara langsung.

Salah satu perbedaan paling mencolok terletak pada latar waktu cerita. Dalam gimnya, wabah T-virus yang meluluhlantakkan Raccoon City terjadi pada tahun 1998, sesuai tahun perilisan gim tersebut. Namun, Cregger justru memindahkan latar waktu filmnya ke tahun 2026, bukan era 90-an seperti aslinya.

Keputusan ini bahkan tercermin lewat detail kecil dalam film, seperti karakter Bryan yang digambarkan menggunakan iPhone, sesuatu yang jelas tidak mungkin ada di gim aslinya.

Cregger sendiri menegaskan bahwa filmnya tidak dimaksudkan sebagai adaptasi langsung atau replikasi satu banding satu dari gim Resident Evil 2. Sebagai gantinya, ia lebih memilih membangun cerita baru yang berlangsung di pinggiran peristiwa besar tersebut, tepat ketika Raccoon City tengah mengalami malam penuh kekacauan akibat wabah zombie, namun tetap menampilkan kisah lain yang berjalan paralel dengan momen tersebut.

Baca Juga: Perjalanan Filosofi Teras dari Buku Bestseller ke Layar Lebar

Keputusan lain yang cukup mengejutkan datang dari absennya karakter-karakter ikonik dari gim aslinya, seperti Leon S. Kennedy, Claire Redfield, maupun Jill Valentine. Cregger beralasan bahwa memaksakan kehadiran karakter-karakter tersebut ke dalam cerita barunya justru akan terasa dipaksakan dan tidak organik, mengingat kisah mereka sudah memiliki tempatnya sendiri di dalam gim.

Meski begitu, Cregger menegaskan bahwa pendekatan ini bukan berarti filmnya melanggar aturan besar yang telah dibangun dalam lore Resident Evil. Ia menyebut dirinya sebagai penggemar berat yang sangat menghormati dunia gim tersebut, dan menegaskan filmnya tetap patuh terhadap aturan besar cerita francais ini, meski membawakannya lewat sudut pandang cerita yang sepenuhnya berbeda.

Pendekatan semacam ini disebut mirip dengan strategi yang sebelumnya diterapkan serial Fallout, yang juga membangun cerita baru dalam dunia yang sudah mapan, alih-alih menceritakan ulang plot gim secara langsung. Dengan cara ini, Cregger berharap bisa memberi ruang lebih luas bagi franchise Resident Evil untuk terus berkembang, tanpa harus terikat sepenuhnya pada jalan cerita gim yang sudah ada.***