BEKASI.POJOKSATU.id - Salah satu inovasi menarik dari Stranger Things: Tales From '85 Season 2 terletak pada konsep ancaman baru berupa sosok hantu yang tidak bisa disentuh sama sekali oleh kekuatan telekinesis Eleven. Berbeda dari monster-monster Upside Down sebelumnya seperti Demogorgon maupun Mind Flayer yang selalu berwujud fisik dan bisa dikendalikan lewat kemampuan bioelektrik Eleven, ancaman kali ini menghadirkan jenis fenomena yang sama sekali berbeda.

Konsep ini ternyata tidak sepenuhnya fiksi belaka, melainkan terinspirasi dari fenomena ilmiah nyata seputar gelombang infrasound, yakni gelombang suara berfrekuensi sangat rendah yang berada di luar jangkauan pendengaran manusia normal. Salah satu titik frekuensi yang kerap dikaitkan dengan fenomena semacam ini berada di kisaran 19 Hertz, sebuah angka yang telah lama menjadi bahan penelitian dalam dunia sains maupun cerita-cerita seputar fenomena hantu.

Penelitian yang pernah dilakukan ilmuwan Vic Tandy pada akhir 1990-an menemukan bahwa paparan gelombang infrasound pada frekuensi tersebut dapat memicu berbagai sensasi tidak nyaman pada tubuh manusia, mulai dari rasa cemas berlebihan, gangguan penglihatan berupa bayangan samar di sudut mata, hingga sensasi seperti diawasi oleh sesuatu yang tidak terlihat. Penemuan ini kerap dijadikan salah satu penjelasan ilmiah di balik berbagai pengalaman yang selama ini dianggap sebagai penampakan hantu di berbagai tempat.

Baca Juga: Mengenal Nikki Baxter, Karakter Baru yang Jadi Sorotan di Tales From '85

Dengan mengangkat konsep ini, sosok hantu dalam Tales From '85 Season 2 pun digambarkan sebagai entitas yang berbeda secara fundamental dari makhluk-makhluk sebelumnya, bukan lagi sekadar makhluk fisik dari dimensi lain, melainkan fenomena yang lebih mendekati gangguan gelombang atau energi yang tidak kasatmata. Pendekatan semacam ini otomatis menjelaskan mengapa kekuatan telekinesis Eleven, yang selama ini efektif melawan entitas berwujud fisik, menjadi tidak berguna sama sekali menghadapi ancaman baru ini.

Pemilihan konsep ilmiah semacam ini turut menegaskan ciri khas Stranger Things yang selama ini dikenal piawai memadukan unsur fiksi ilmiah dengan fenomena sains nyata, menciptakan lapisan cerita baru yang tetap terasa masuk akal meski berlatar dunia penuh keajaiban supernatural.***