BEKASI.POJOKSATU.id - HBO merilis trailer resmi kedua untuk serial Harry Potter and the Philosopher's Stone pada 2 September 2026, memberi tayangan lebih panjang menjelang penayangan perdananya di Hari Natal. Trailer ini justru memicu perdebatan luas di kalangan penggemar, terutama soal perbandingan visual dengan film aslinya yang dirilis 25 tahun lalu.

Trio pemeran baru yang mengisi peran utama adalah Dominic McLaughlin sebagai Harry Potter, Arabella Stanton sebagai Hermione Granger, dan Alastair Stout sebagai Ron Weasley, menggantikan posisi yang selama satu dekade identik dengan Daniel Radcliffe, Emma Watson, dan Rupert Grint. Ketiganya terpilih usai proses casting yang melibatkan lebih dari 30 ribu anak yang ikut audisi terbuka.

Sorotan utama dari reaksi penggemar bukan soal pemilihan pemeran baru itu sendiri, melainkan lebih ke nuansa visual serial ini yang dinilai jauh lebih gelap dan dingin dibanding kehangatan pencahayaan khas film 2001.

Baca Juga: Serial Baru Harry Potter and the Philosopher's Stone Resmi Tayang di HBO

Di platform X, sejumlah penggemar membandingkan langsung cuplikan serial dengan adegan sejenis dari film aslinya, dengan beberapa komentar menyebut hasilnya terasa kurang hidup dibanding versi lawas yang menurut mereka lebih hangat dan penuh keajaiban. Keluhan soal warna dan pencahayaan yang lebih pudar ini sebenarnya sudah muncul sejak trailer pertama dirilis Maret lalu, dan kembali menguat usai trailer kedua ini beredar.

Selain trio utama, sejumlah nama besar turut memperkuat jajaran pemeran, di antaranya John Lithgow sebagai Albus Dumbledore, Janet McTeer sebagai Minerva McGonagall, Paapa Essiedu sebagai Severus Snape, dan Nick Frost sebagai Rubeus Hagrid. Musik pengiring serial ini turut dipercayakan kepada komposer legendaris Hans Zimmer, menggantikan John Williams yang menggarap musik ikonik di seluruh delapan film sebelumnya.

Baca Juga: Lee Jong-suk Batal Bintangi Drama Adaptasi Webtoon Iseop's Romance

Meski menuai perdebatan soal nuansa visualnya, format serial dengan delapan episode ini digadang-gadang bisa menghadirkan detail cerita yang lebih mendalam dibanding versi film, mengingat J.K. Rowling turut terlibat langsung sebagai salah satu produser eksekutif untuk memastikan keakuratannya terhadap novel aslinya.