BEKASI.POJOKSATU.id - Sebelum diangkat ke layar lebar lewat film The Doll Ghawiah, kisah horor seorang gadis kecil bernama Uci sudah lama menjadi cerita urban legend yang begitu melekat di ingatan warga Bandung, khususnya mereka yang kerap melintasi Jalan Babakan Siliwangi pada malam hari.

Cerita ini dipercaya bermula sekitar era 1980-an hingga 1990-an, meski tahun pastinya berbeda-beda tergantung versi yang beredar di masyarakat. Konon, seorang gadis kecil bernama Uci tengah dalam perjalanan bersama keluarganya menuju sebuah rumah makan di kawasan tersebut.

Usai memarkirkan kendaraan, keluarga ini berniat menyeberang jalan, namun sebuah kendaraan melaju kencang dari arah berlawanan dan menabrak mereka tanpa sempat dihindari.

Baca Juga: Boneka Uci Bandung Diangkat ke Layar Lebar Lewat The Doll Ghawiah

Dalam insiden itu, Uci dikabarkan terpental cukup jauh hingga membentur sebatang pohon besar di pinggir jalan. Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, ia sempat berulang kali menanyakan keberadaan boneka kesayangannya yang berbentuk panda, yang entah bagaimana ikut hilang bersamaan dengan kejadian tersebut. Meski warga sekitar turut membantu pencarian, boneka itu tidak pernah ditemukan hingga akhir hayat Uci.

Sejak peristiwa tragis itulah, cerita mistis mulai berkembang di kalangan warga sekitar. Banyak pengendara yang melintas pada malam hari mengaku pernah melihat sosok anak kecil bermain sendirian di pinggir jalan sambil menggenggam boneka, atau bahkan duduk di atas pepohonan besar di kawasan tersebut.

Sebagian cerita turut menyebutkan penampakan sosok Uci dengan wajah yang rusak, sebagai gambaran dari kondisi tragis yang dialaminya saat kecelakaan.

Menariknya, tidak semua warga memandang sosok ini sebagai ancaman. Sejumlah cerita justru menggambarkan keberadaan Uci sebagai semacam penjaga tak kasatmata, yang sekadar menyapa para pengendara agar senantiasa berhati-hati saat melintasi jalan tersebut pada malam hari.

Baca Juga: Resmi Dirilis, Samsung Galaxy A08 Usung Baterai 6.000 mAh dan Jaminan Update OS 6 Tahun

Kisah yang terus diwariskan secara turun-temurun inilah yang akhirnya menarik perhatian Hitmaker Studios untuk diangkat ke layar lebar. Dalam versi filmnya, boneka tersebut diberi nama Ghawiah, yang berarti "hilang" atau "tersesat", sekaligus dikembangkan dengan elemen mistis baru berupa kemampuannya menampung jiwa-jiwa yang tersakiti, sesuatu yang tidak muncul dalam versi cerita rakyat aslinya.***