BEKASI.POJOKSATU.id - Salah satu daya tarik utama Fall 2: Deadpoint yang jarang diketahui penonton adalah lokasi syutingnya yang ternyata dilakukan langsung di tempat asli, bukan sekadar set buatan studio. Sutradara Scott Mann mengungkapkan bahwa demi menjaga kesan nyata dan otentik, tim produksi memilih syuting langsung di sebuah tambang batu di Thailand.

Meski gunung bernama Mount Kwan yang menjadi latar utama cerita ini sepenuhnya fiktif dan tidak benar-benar ada di peta dunia nyata, tim produksi tetap bersikeras menghindari pendekatan yang terlalu bergantung pada studio maupun teknik layar hijau. Alasannya, medan tambang batu asli tersebut mampu menghadirkan tekstur dinding batu yang jauh lebih hidup dan sulit ditiru lewat efek visual buatan komputer semata.

Salah satu adegan paling menegangkan sepanjang film, yakni aksi berjalan di atas papan sempit yang membentang di sisi tebing curam, benar-benar dibangun secara fisik di lokasi tersebut. Tim produksi merancang jalur papan lengkap mengelilingi dinding tambang, tempat para pemeran benar-benar berjalan langsung, meski tetap dilengkapi pengaman khusus mengingat ketinggian yang terlalu berbahaya untuk dilalui tanpa perlindungan sama sekali.

Baca Juga: Fall 2: Deadpoint, Kisah Bertahan Hidup di Ketinggian 1.500 Meter

Keputusan syuting di lokasi asli ini turut membuat para pemeran benar-benar terpapar langsung sinar matahari dan kondisi lingkungan yang keras selama proses produksi berlangsung. Pendekatan ini sejalan dengan filosofi yang sama diterapkan pada film pertamanya, Fall, yang juga dikenal luas berkat keberaniannya menghadirkan sensasi ketinggian secara nyata, bukan sekadar ilusi visual semata.

Dengan pendekatan syuting semacam ini, Fall 2: Deadpoint berhasil mempertahankan identitas khas film pendahulunya, menghadirkan ketegangan yang terasa jauh lebih membumi dan nyata bagi penonton, meski latar cerita yang diangkat sepenuhnya fiksi.***