BEKASI.POJOKSATU.id - Forgotten Island tidak hanya mengandalkan animasi 3D khas DreamWorks. Film animasi terbaru tersebut justru memadukan animasi komputer dengan sejumlah adegan 2D yang terinspirasi dari anime dan gaya visual era 1990-an.
Perpaduan tersebut menjadi salah satu ciri khas visual Forgotten Island. Para sutradara Joel Crawford dan Januel P. Mercado sengaja mencari gaya yang dapat menggambarkan latar Filipina pada era 1990-an sekaligus membawa penonton masuk ke dunia fantasi Nakali. Hasilnya, film ini memiliki tampilan yang bisa berubah sesuai kebutuhan cerita.
Salah satu bagian yang paling mencolok adalah penggunaan animasi 2D bergaya anime. Adegan tertentu dibuat dengan pendekatan yang mengingatkan pada anime populer seperti Dragon Ball Z, Sailor Moon, dan gaya visual Street Fighter era 1990-an. Gaya tersebut terutama digunakan ketika karakter menceritakan kembali kenangan atau peristiwa dari masa lalu.
Baca Juga: Forgotten Island, Film Animasi DreamWorks yang Angkat Mitologi Filipina ke Layar Lebar
Menariknya, bagian animasi 2D tersebut tidak seluruhnya dikerjakan oleh tim utama DreamWorks. Studio animasi asal Quezon City, Filipina, Snipple Animation Studios, dipercaya untuk mengerjakan sejumlah adegan 2D dengan teknik gambar tangan. Keterlibatan studio Filipina ini sekaligus memberikan kontribusi langsung dari animator lokal terhadap film yang memang berakar pada budaya Filipina.
Perubahan gaya animasi juga memiliki fungsi dalam cerita. Karena Forgotten Island banyak membahas kenangan, para pembuat film menggunakan gaya visual berbeda untuk menunjukkan bagaimana suatu kejadian diingat oleh masing-masing karakter. Dengan begitu, perubahan dari 3D ke 2D bukan sekadar variasi tampilan, tetapi menjadi bagian dari cara film menyampaikan cerita.
Selain pengaruh anime, visual film ini juga mengambil inspirasi dari seni Filipina dan desain grafis tahun 1990-an. Dunia Nakali dibuat dengan warna-warna cerah, bentuk visual yang ekspresif, serta berbagai detail yang mengambil unsur dari budaya Filipina. Pendekatan tersebut membuat dunia manusia dan dunia mitologi dalam film memiliki identitas visual yang berbeda.
Keterlibatan animator Filipina menjadi bagian penting dari proses tersebut. Lembaga Sensor Film mencatat bahwa produksi Forgotten Island melibatkan ratusan seniman dari Filipina dan Amerika Serikat selama sekitar enam tahun. Film ini juga menjadi salah satu proyek besar DreamWorks yang secara langsung membawa mitologi dan budaya Filipina ke dalam produksi animasi Hollywood.
Baca Juga: Dokter Ingatkan Dampak Stres Emosional terhadap Risiko Serangan Jantung
Dengan perpaduan 3D, animasi 2D, pengaruh anime, serta estetika Filipina era 1990-an, Forgotten Island mencoba memberikan tampilan yang berbeda dari animasi DreamWorks pada umumnya. Perubahan gaya tersebut juga membuat unsur budaya dan kenangan dalam cerita terasa lebih menyatu dengan dunia yang dibangun film.***



