BEKASI.POJOKSATU.id - Di saat kekhawatiran melemahnya daya beli kelas menengah ramai dibahas sejak awal 2025, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) justru melihat Bekasi dari sudut pandang berbeda.
Pengembang properti ini menilai segmen menengah ke atas masih bergerak, dan respon pasar menunjukkan daya tahan yang belum surut.
Presiden Direktur Summarecon Agung, Adrianto P. Adi, mengatakan isu perlambatan ekonomi, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK), sempat menjadi perhatian perusahaan.
“Awal 2025 banyak pembahasan soal PHK dan dampaknya ke daya beli. Itu kami cermati,” ujarnya saat pembukaan Summarecon Mall Bekasi (SMB) Phase II, Kamis 5 Februari 2026.
Namun, kondisi tersebut belum tercermin pada kinerja perusahaan. Sepanjang 2025, Summarecon mencatatkan marketing sales sebesar Rp5,5 triliun, melampaui target Rp5 triliun.
“Target tercapai bahkan terlewati. Artinya pasar yang kami sasar masih merespons,” kata Adrianto.
Capaian tersebut menjadi dasar bagi Summarecon untuk melanjutkan ekspansi di Bekasi. Perusahaan menginvestasikan sekitar Rp1 triliun untuk pembangunan SMB Phase II melalui dana internal dan pinjaman perbankan.
Baca Juga : Summarecon Mall Bekasi Tahap II Resmi Dibuka, Hadirkan Rooftop Sports & Wellness Center Pertama di Indonesia
Menurut Adrianto, keputusan ekspansi diambil melalui perhitungan bisnis yang matang.
“Ini bukan keputusan emosional,” ujarnya.
Tak hanya menambah pusat belanja, Summarecon membawa pendekatan baru melalui konsep wellness lifestyle. Director Summarecon, Soegianto Nagaria, menyebut mal kini menjadi ruang aktivitas harian, bukan sekadar tempat belanja.
“Orang datang ke mal untuk olahraga, aktivitas, dan hiburan,” katanya.
Konsep tersebut dihadirkan melalui fasilitas Sports & Wellness Center bernama Wellground. Summarecon menilai pendekatan ini sejalan dengan perkembangan Bekasi sebagai kota hunian dan aktivitas.
“Fasilitas yang lengkap membuat orang yakin tinggal di Bekasi,” ujarnya.
Selain fasilitas, peningkatan konektivitas dan transportasi juga dinilai mendukung pertumbuhan kawasan.
“Akses makin baik. Mobilitas lebih efisien,” pungkas Adrianto.***




