POJOKSATU.id - Ketika berada di toko buku atau di perpustakaan kita kerap menemui istilah buku fiksi dan non fiksi diantara display tempat buku-buku itu tertata. Sebagai pembaca tentu istilah-istilah tersebut tidak asing. Lalu apa sebenarnya perbedaan dan manfaat antara buku fiksi dan non fiksi.

Sebagai pembaca buku bukankah tidak jarang muncul dalam benak buku apa yang sedang di genggaman, buku ini buku fiksi atau nonfiksi. Kita diajak berimaginasi di antara serunya plot dan berkarismanya tokoh di dalam buku.

Namun, di tengah-tengah mendebarkannya cerita terdapat sebuah plot yang tidak asing, terasa sangat dekat dengan dunia nyata. Lalu kita sontak merasa bingung, sebenarnya buku yang sedang dibaca ini buku dengan kualifikasi apa? buku fiksi atau buku non fiksi.

Baca Juga: 5 Tempat Makan Gabus Pucung di Kota Bekasi dengan Rating Tertinggi

Secara umum keduanya dapat dibedakan dengan cukup mudah. Menurut KBBI fiksi mempunyai pengertian suatu yang berasal dari rekaan atau khayalan. Sedangkan buku non fiksi adalah sesuatu yang bersifat tidak fiksi atau berdasarkan pada kenyataan.

Lalu dari kedua kategori buku-buku atau karya tulis apa saja yang masuk di antara buku fiksi dan non fiksi

Contoh Buku Non Fiksi: Mencerahkan dengan Kebenaran

Di era sekarang cukup mudah menemukan sumber bacaan yang berkualitas untuk memperkaya wawasan. Kemudahan akses internet menghadirkan layanan pada sumber bacaan digital. Mudah dan (beberapa) gratis.

Sebagai pembaca tentu kita dituntut selektif dalam memposisikan jenis bacaan. Agar informasi yang didapatkan dari sumber bacaan dapat digunakan dengan tepat dan berguna.

Lalu apa hubunganya buku nonfiksi? Buku non fiksi merupakan karya buku atau publikasi digital yang berdasarkan pada penelitian, fakta, kebenaran, sumber terpercaya atau pun pengalaman hidup dari sang penulis dalam proses penyusunanya.

Begitulah memposisikan buku non fiksi. Sebuah buku non fiksi selalu menyajikan informasi berupa kenyataan bagi pembacanya. Karya semacam ini disusun dengan akurat.

Baca Juga: 2 Mal di Bekasi yang Dikira Masuk Wilayah Jakarta Timur

Beberapa contoh buku non fiksi dan karya-karya nonfiksi lain adalah: Buku biografi, autobiografi, ensiklopedia, buku motivasi, buku pelajaran sekolah, buku pendamping, buku laporan, makalah akademik, buku panduan, buku kesehatan, kamus, buku pengembangan diri, laporan jurnalisme.

Manfaat buku non fiksi sebagai sebuah karya berdasarkan pada fakta adalah bertambahnya wawasan pembaca dan luasnya pandangan dunia. Pembaca akan memetik hikmah dari setiap kalimat pada buku-buku jenis ini.

Contoh Buku Fiksi: Bercerita dengan Nuansa Khayal

Sebagai pembaca kita kerap kebingungan sudahkah sumber bacaan bersumber pada data dan fakta. Atau jangan-jangan yang telah dibaca adalah sebuah tulisan rekaan atau biasa disebut dengan fiksi.

Tidak perlu khawatir memang demikian yang disebut dengan buku fiksi. Buku fiksi merupakan sebuah karya dengan format beragam. Namun, bercorak sama yakni menunjukan kecenderungan khayalan, karya rekaan yang berasal dari ide sang penulis.

Pengkaryaan pada buku fiksi sangat unik. Hal ini dikarena format penulisan dari setiap penulis berbeda satu dengan yang lainya. Meskipun ada kecenderungan menuliskan dengan naratif.

Sebagai pembaca ada beberapa sifat dari karya ini yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi karya dan buku fiksi. Biasanya karya jenis ini menyajikan bentuk tulisan yang sarat akan imajinasi, plot, dan setting yang memikat.

Berikut ini adalah beberapa jenis dan karakteristik buku fiksi yang bisa dijadikan patokan.

Cerpen (Cerita pendek)

Buku fiksi pertama adalah cerpen. Karya fiksi ini merupakan rekaan yang dibuat berdasarkan pada ide dari pengarang. Biasanya penulisan cerpen dilandasi pada suatu fakta tertentu, berupa suatu fenomena sejarah atau suatu momen yang menginspirasi pengarang. Namun, hal itu biasanya sangat sedikit porsinya pada aspek penciptaan cerpen dan buku fiksi.

Baca Juga: 5 Situ di Bekasi yang Enak untuk Tempat Nongkrong dan Wisata Lokal

Pada penulisan cerpen fiksi cenderung bersifat naratif. Terdapat konfigurasi dinamika konflik antar para tokoh. Sehingga menghadirkan jalanya cerita yang emosional dan menarik. Pada karya fiksi jenis ini biasanya terdiri dari 10.000 kata.

Salah satu buku fiksi kumpulan Cerpen terbaik ialah karya Iksaka Banu 'Semua Untuk Hindia' sebuah karya yang memenangi penghargaan Kasula Sastra Khatulistiwa kategori prosa tahun 2014. Menghadirkan sekelumit cerita konflik kolonialisasi dibalut roman yang epik.

Contoh buku fiksi lainnya: Robohnya Surau Kami karya A.A Navis, lalu kemudian karya Laila S. Chudori 9 dari Nadira. terbaru di kancah ASEAN ada karya Yanusa Nugroho Setubuh Seribu Mawar yang memenangi the S.E.A Write Award.

Novel

Menurut KBBI novel mempunyai arti suatu karangan prosa yang ditulis panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan tokoh perorangan dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat ketokohanya.

Sedangkan menurut Encyclopedia Britanica, karya sastra novel merupakan sebuah narasi prosa yang dikarang dengan cukup panjang yang menghadirkan kompleksitas tertentu, jenis karya ini memuat seruntut peristiwa dari hubungan beberapa kelompok orang.

Pada jenis karya fiksi ini ada unsur yang harus dipahami oleh pembaca yaitu: unsur intrinsik dan ekstrinsik:

Unsur Intrinsik yaitu berupa tema, latar, tokoh, penokohan, gaya bahasa, amanat, alur cerita
Unsur Ekstrinsik merupakan unsur yang membentuk sebuah novel secara eksternal (dari luar).

Contohnya, latar belakang sosiologis penulis, latar belakang pendidikan dan lain sebagainya.

Buku fiksi novel mempunya cirinya yang khas. Pada ciri inilah yang membedakannya dengan buku fiksi lainya.

  • Tersusun dari kurang lebih 35.000 kata
  • Menggunakan metode naratif dan deskriptif.
  • Terdapat konflik dari awal mula ketegangan, klimaks, antiklimaks sampai penyelesaian konflik.
  • Memerlukan waktu untuk menamatkan sebuah novel.

Terdapat sederet judul novel brilian karya sastrawan Indonesia yang harus dibaca setidaknya sekali dalam seumur hidup. Diantaranya Tetralogi Buru Pramoedya Ananta Toer; Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca.

Sederet buku fiksi novel lainya : buku Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, buku Saman dan Larung karya Ayu Utami, buku Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi, buku Orang-orang Bloomington karya Budi Darma, buku Pulang karya Leila S. Chudori, buku Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan.

Kumpulan Buku Dongeng

Buku fiksi yang satu ini sangat lekat di benak pembaca. wajar saja, karena buku fiksi inilah yang menemani ketika masih anak-anak dulu. Buku fiksi jenis ini biasanya digandrungi oleh anak-anak.

Secara khusus menceritakan cerita rakyat suatu daerah. Sebagai anak yang terlahir di Indonesia tentu tidak asing dengan cerita-cerita Maling Kundang, Timun Mas, Panji Laras, Si Kancil dan lainya. Dimana keseluruhan termuat pada buku fiksi kumpulan dongeng.

Secara umum cerita rakyat suatu daerah mempunyai kekhasan masing-masing. Hal ini yang membuat buku fiksi dongeng mempunyai nilai pengajaran yang cocok untuk dibaca sejak usia dini.

Contoh buku fiksi kumpulan dongeng luar negeri: Mitologi Yunani, Mitologi Cina, Pinokio, Robin Hood

Ketiganya tentu akrab bagi pembaca di Indonesia. Karya-karya buku fiksi ini yang menemani masa kanak-kanak hingga dewasa. Namun tidak hanya tiga jenis karya fiksi masih ada banyak lagi. Beberapa lain diantaranya: Roman, puisi, mite, komik cerita bergambar, hikayat, fabel.

Dari banyaknya buku fiksi yang beredar diantara kita ke semuanya mempunyai karakteristiknya masing-masing. Baik cerpen, novel maupun mitos secara garis besar buku fiksi berusaha menghadirkan kedalam imajinasi pembaca sebuah representasi dunia dari sang pengarang. Dimana di dalamnya terdapat amanat yang berusaha disampaikan.

Kekuatannya Membangun Karakter Pembaca

Antara buku fiksi dan nonfiksi mempunyai pengaruhnya masing-masing pada pembaca. Buku fiksi dan non fiksi dapat sangat mempengaruhi perspektif dan pandangan dunia pembaca.

Unsur imajinatif pada buku fiksi bermanfaat menjadikan pembaca cenderung lebih kreatif, mempunyai ide-ide baru, mengalahkan rasa takut dan mempunyai kemampuan mengatasi masalah lebih baik.

Sedangkan pada buku non fiksi pembaca akan diajak menjelajahi semesta dunia. Manfaat buku nonfiksi adalah sebagai wahana edukatif, menambah wawasan, meningkatkan konsentrasi, melatih daya pikir dan sarana pengembangan diri (reflektif).

Kesimpulan

Pada aspek paling dasar dari keduanya buku fiksi dan non fiksi adalah bagaimana buku-buku tersebut disusun. Buku fiksi disusun dari imajinasi dan rekaan dari sang pengarang, sedangkan buku non fiksi merupakan buku yang disusun berdasarkan fakta yang diolah oleh sang penulis.

Sebagai pembaca kedua kategori ini mesti dibaca dengan porsi yang seimbang, bagaimana tidak dari kedua literatur tersebut kita dapat mendapatkan pengajaran atas dunia nyata dan memikirkan secara imajinatif kondisi dunia yang lebih baik.

Dengan membaca kedua kategori ini manusia akan dituntun menemukan makna mengapa mereka hidup dan memperkuatnya pada satu titik kebijakan tertentu dalam kehidupan.***