BEKASI.POJOKSATU.id – Harga emas global kembali mencatat sejarah baru dengan menembus level tertinggi sepanjang masa, yakni lebih dari USD 4.300 per troy ounce. Lonjakan signifikan ini terjadi sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi global dan tekanan inflasi yang masih tinggi. Namun, di tengah harga yang terus melambung, LAKUEMAS, platform jual-beli emas digital terdepan di Indonesia, menegaskan bahwa berinvestasi emas tetap bisa dimulai oleh siapa pun — bahkan hanya dengan Rp50.000.

Melalui aplikasinya yang aman, resmi, dan transparan, LAKUEMAS mempermudah masyarakat memiliki emas digital secara instan. Dengan spread rendah, harga real-time, dan proses jual-beli cepat, platform ini menghadirkan solusi investasi cerdas tanpa perlu menunggu “momen harga terbaik”.

Brand Manager LAKUEMAS, Esther Napitupulu, menekankan bahwa nilai emas sejatinya bukan terletak pada harga, melainkan pada kemampuannya menjaga nilai daya beli aset.

Baca Juga: Harga Emas Tembus 4.000 Dolar, LAKUEMAS Dorong Generasi Muda Mulai Investasi Emas Digital

“Untuk sebagian orang, melihat harga emas di atas USD 4.300 mungkin terasa ‘terlambat untuk mulai.’ Tapi justru di sinilah esensi emas berada, bukan tentang mengejar harga, tapi tentang menjaga nilai,” ujar Esther, dalam keterangan resmi yang diterima Redaksi.

“Emas telah menjadi penyimpan nilai selama ribuan tahun — stabil, diakui secara global, dan menjadi pelindung alami dari inflasi. Di tengah dunia yang serba cepat berubah, emas tetap jadi cara paling sederhana untuk menjaga daya beli.”

Ia menambahkan Emas itu bukan tentang mengejar tren, tapi tentang keeping value steady.

"Di dunia yang fluktuatif, emas tetap jadi cara paling simpel buat jaga nilai uangmu tetap kuat. Setiap momen merupakan saat yang tepat untuk memulai investasi emas, mulai saja dari jumlah kecil. Harga boleh berubah, tapi nilai emas tetap bertahan. Karena itu, bukan soal kapan harga naik, tapi kapan kamu mulai," kata dia.

LAKUEMAS terus mengedukasi masyarakat untuk mengubah persepsi bahwa investasi emas hanya untuk pemilik modal besar. Melalui digitalisasi, masyarakat kini bisa membangun portofolio emas mereka tanpa hambatan biaya tinggi maupun repotnya penyimpanan fisik.***