BEKASI.POJOKSATU.id - Momen Idul Fitri menjadi kebahagiaan hampir bagi semua orang, tak terkecuali anak-anak. Karena, mereka akan mendapatkan uang dari tetangga, kerabat, maupun saudara.

THR 'tunjangan hari raya' adalah istilah pemberian uang dalam bentuk apapun, baik tunai maupun nontunai. Sudah menjadi tradisi orang yang lebih tua memberikan uang kepada anak-anak.

Semakin dekat relasi pemberi dengan anak-anak tersebut, tentu semakin besar pemberiannya. Misalkan seorang tante kepada keponakakannya bisa saja memberi 50 atau 100 ribu, tapi kepada anak lain yang tidak berelasi paling-paling sebesar 5 atau 10 ribu.

Baca Juga: Pertanyaan Saat Lebaran yang Paling Umum dan Kerap Bikin Canggung

Nah, istilah investasi bodong pun marak saat Lebaran. Jika investasi biasanya memiliki potensi cuan atau boncos, maka investasi bodong akan boncos.

Istilah investasi bodong yang kerap terdengar saat momen Lebaran adalah ketika orang tua menyimpan uang THR anak tetapi seringkali uang itu terpakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Anggaplah anak itu mendapat 500 ribu dari THR selama bersilaturahmi ke keluarga, tetangga, dan kerabat. Orang tua menawarkan agar uang itu disimpan dengan alasan agar tidak boros untuk jajan maupun tidak hilang.

Baca Juga: 7 Tips Cara Membuat Ketupat Awet agar Tidak Cepat Basi

Entah dengan sukarela ataupun terpaksa, sang anak menyerahkan uang itu kepada orang tuanya. Ketika sang anak ingin menggunakan uangnya lagi, tak jarang orang tua menjelaskan uangnya sudah terpakai dan si anak hanya bisa pasrah menerima kenyataan.

Padahal, anak kecil biasanya sudah menyimpan banyak rencana atas barang yang akan dibelinya. Tapi, semua pupus karena investasi bodong.***