BEKASI.POJOKSATU.ID - Bulan suci Ramadhan identik dengan tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa.
Beragam jajanan seperti kolak, gorengan, es buah, hingga kue tradisional mudah ditemukan di pinggir jalan.
Namun di balik ragam pilihan yang menggoda, masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih takjil yang aman dan higienis agar ibadah tetap lancar dan tubuh tetap sehat.
Saat berpuasa, kondisi tubuh cenderung lebih sensitif karena lambung kosong selama berjam-jam.
Baca Juga: Safari Ramadan, Kapolsek Bekasi Barat Ajak Warga Perangi Tawuran
Konsumsi makanan yang tidak higienis berisiko memicu gangguan pencernaan bahkan keracunan makanan.
Organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization menegaskan bahwa keamanan pangan sangat penting untuk mencegah penyakit akibat makanan terkontaminasi.
Senada dengan itu, Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan makanan yang tidak higienis dapat menyebabkan keracunan akibat bakteri seperti Salmonella atau E.coli.
Risiko ini meningkat apabila makanan disimpan atau disajikan dengan cara yang tidak tepat.
1. Perhatikan Kebersihan Penjual
Kebersihan lapak dan peralatan menjadi indikator awal keamanan makanan.
WHO menyarankan agar makanan disiapkan menggunakan tangan dan alat yang bersih guna mencegah kontaminasi silang.
Jika penjual menggunakan sarung tangan, penjepit makanan, atau menutup dagangannya dengan baik, hal tersebut menjadi nilai tambah.
Sebaliknya, takjil yang dibiarkan terbuka tanpa penutup berisiko terpapar debu dan serangga.
2. Pastikan Makanan Tertutup Rapat
Makanan yang terbuka berisiko tercemar lingkungan sekitar. U.S. Food and Drug Administration menekankan bahwa makanan siap saji sebaiknya dilindungi dari paparan luar untuk menjaga kualitas dan keamanannya.
Takjil seperti kolak, bubur, atau minuman manis sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup.
Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga kebersihan makanan sebelum dikonsumsi saat berbuka.
Baca Juga: Step by Step Cara Pendaftaran Mudik Gratis Kota Bekasi 2026
3. Perhatikan Suhu Penyimpanan
Suhu makanan sangat memengaruhi pertumbuhan bakteri.
CDC menjelaskan bahwa bakteri berkembang cepat pada suhu antara 4 hingga 60 derajat Celsius jika makanan dibiarkan terlalu lama.
Takjil berbahan santan atau susu seperti puding dan kolak sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.
Pilih makanan yang baru dimasak atau baru dikeluarkan dari pendingin agar lebih aman dikonsumsi.
4. Hindari Warna Terlalu Mencolok
Warna makanan yang terlalu terang bisa menjadi indikasi penggunaan pewarna berlebihan.
FDA menyarankan konsumen memperhatikan bahan tambahan pangan dan memilih produk yang aman.
Takjil tradisional pada umumnya memiliki warna alami.
Baca Juga: Pendaftaran Mudik Gratis Kemenhub 2026 Dibuka 1 Maret, Jangan Ketinggalan
Jika tampilannya terlalu mencolok dan tidak wajar, sebaiknya pertimbangkan kembali sebelum membeli.
5. Cek Aroma dan Tekstur
Indra penciuman dan penglihatan dapat membantu mendeteksi kesegaran makanan.
Jangan ragu membatalkan pembelian jika aroma terasa asam atau tekstur tampak berubah.
Keamanan lebih penting daripada rasa penasaran.
Menghindari makanan yang mencurigakan dapat mencegah gangguan kesehatan setelah berbuka puasa.
6. Batasi Takjil Berminyak
Gorengan memang menjadi favorit saat berbuka. Namun konsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan dapat mengganggu pencernaan setelah berpuasa.
Baca Juga: Kontraktor Rumah Kini Ber-CCTV! Lebih Aman dan Transparan
British Nutrition Foundation menyarankan pembatasan makanan tinggi lemak agar sistem pencernaan tidak bekerja terlalu berat.
Selain itu, minyak yang digunakan berulang kali dapat menghasilkan senyawa berbahaya. Pilih gorengan yang terlihat bersih dan tidak terlalu gelap.
7. Perhatikan Kemasan dan Wadah
Takjil yang dikemas dalam plastik bersih dan tertutup rapat relatif lebih aman.
FDA menyebutkan kemasan yang baik dapat melindungi makanan dari kontaminasi fisik maupun bakteri.
Hindari wadah yang tampak kotor atau digunakan berulang tanpa dicuci.
Kebersihan kemasan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas makanan.
Berburu takjil memang menjadi bagian dari kemeriahan Ramadhan. Namun, memilih dengan bijak adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan.
Dengan memperhatikan kebersihan, suhu penyimpanan, hingga kualitas bahan, masyarakat dapat menikmati momen berbuka puasa dengan aman dan nyaman.***




