BEKASI.POJOKSATU.id - Kenapa Anak Usia Dini Senang Bermain Hujan-Hujanan, Tapi Enggan Mandi?
Apakah Anda pernah melihat anak kecil berusia 2 hingga 5 tahun sangat bahagia saat hujan turun? Mereka berlari di halaman, tertawa, dan tidak peduli jika pakaian mereka basah.
Namun, anehnya ketika waktunya mandi tiba, mereka seringkali merengek, menunda, atau bahkan bersembunyi. Situasi ini kerap membuat orang tua bingung. Mengapa bisa demikian?
Hujan Kesempatan untuk Bermain Lebih Bebas
Menurut pandangan Jean Piaget tentang belajar melalui bermain, anak-anak di usia dini berada dalam fase praoperasional 2 sampai 7 tahun, di mana mereka belajar dengan cara menjelajah dan bermain simbolik. Untuk mereka, hujan bukan hanya air yang jatuh dari langit. Hujan memberikan pengalaman baru yang membangkitkan rasa ingin tahu dan imajinasi.
Baca Juga : Istilah Investasi Bodong yang Marak saat Lebaran, Korbannya Anak-Anak
Saat air hujan mengenai kulit, anak-anak merasakan sensasi yang berbeda: dingin, segar, dan suara tetesan yang unik. Ini memberikan rangsangan sensorik yang kaya, yang membuat otak mereka memproduksi hormon dopamin yang berhubungan dengan perasaan bahagia. Oleh karena itu, bermain di bawah hujan bagi anak-anak terasa seperti petualangan yang menyenangkan.
Mandi Aktivitas yang Membosankan
Berbeda dengan mandi. Aktivitas ini dianggap repetitive dengan pola yang sama setiap hari: masuk ke kamar mandi, sabun, bilas, selesai. Dalam teori Erik Erikson tentang perkembangan psikososial, anak-anak pada usia dini berada dalam fase otonomi vs rasa malu dan ragu. Mereka sedang belajar bahwa mereka memiliki pilihan dan kontrol atas tubuh mereka sendiri. Ketika orang tua berkata, "Ayo mandi sekarang! ", beberapa anak merasakannya sebagai perintah yang mengurangi kebebasan.
Selain itu, mandi sering kali dianggap sebagai akhir dari aktivitas yang menyenangkan—seperti akhir waktu bermain atau akhir acara favorit. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak anak ingin menunda atau bahkan menolak mandi, karena mereka lebih memilih untuk tetap bersenang-senang.
Rangsangan yang Berbeda
Saat hujan, anak-anak merasa bebas tanpa batas. Mereka dapat mengucek-ucek air, berlari ke sana kemari tanpa pola, dan merasakan lingkungan yang terasa lebih "ajaib". Sementara saat mandi, ruang gerak mereka terbatas di dalam kamar mandi.
Air yang digunakan pun hangat atau biasa saja, tidak sedingin dan sespontan air hujan. Dari perspektif anak, jelas saja bermain di bawah hujan terasa jauh lebih seru.
Baca Juga : Sewa Hiace Jakarta untuk Wedding: Tips dan Rekomendasi
Psikolog perkembangan anak, Lev Vygotsky, menekankan pentingnya zona perkembangan proksimal-momen ketika anak tertantang untuk belajar sesuatu yang baru dengan sedikit bimbingan.
Bermain di bawah hujan memberikan tantangan alami: bagaimana menahan dingin, bagaimana bergerak di tanah yang basah, bagaimana menampung air dengan tangan. Mandi, sebaliknya, tidak menawarkan tantangan baru, sehingga kurang menarik bagi mereka.
Fiqih Akhdiyatu Salam, yang akrab dipanggil Ucil, alumni Magister Universitas Paramadina dan penulis edukasi parenting.
Ia mengatakan bahwa kunci untuk mengajak anak mandi adalah menciptakan momen menenangkan dan harus beragam.
Baca Juga : Begini Cara Top Up Free Fire Murah Paling Praktis Tanpa Login dan Aman
"Orang tua ketika ingin mengajak anak mandi harus menciptakan suasana yang tenang, agar anak tidak merasa bosan. Tidak monoton. Misalnya, sambil bermain bola kecil, sekalian mencuci sepeda, atau memainkan busa berwarna. Dengan cara ini, mandi tidak hanya dianggap sebagai rutinitas," kata Fiqih.
Lebih lanjut, Ucil juga menekankan pentingnya seni komunikasi ketika menghadapi anak yang menolak mandi.
"Jangan sampai ia merasa trauma saat mandi. Jangan marah secara berlebihan atau memaksa dengan kasar. Namun, orang tua juga harus tegas. Jika sudah waktunya mandi, ya mandi saja, hanya saja caranya perlu lebih menyenangkan," tambahnya.
Baca Juga : Sinergi Puspita Ajak Puluhan Anak-anak Yatim Dhuafa Berlibur
Jadi, tidak usah terkejut jika si kecil Anda yang berusia 2 sampai 5 tahun lebih suka bermain saat hujan daripada mandi.
Secara psikologis, bermain di bawah hujan adalah cara untuk menjelajahi dunia, sementara mandi hanya sekadar rutinitas. Dengan mengetahui teori perkembangan anak dan saran dari para ahli, kita sebagai orang tua dapat berinovasi lebih banyak.
Cobalah untuk menjadikan mandi sebagai aktivitas yang menarik dan penuh imajinasi. Siapa tahu, di masa depan mereka malah akan minta untuk mandi terlebih dahulu sebelum bermain di hujan.***




