BEKASI.POJOKSATU.id - Anak-anak tampak riang gembira saat mendapat kesempatan membuat cokelat sendiri di Deqebon, tempat lokakarya pembuatan cokelat di perkotaan.

Deqebon berada di Jalan Swadaya, nomor 30, Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Belasananak dari Bekasi dan sekitarnya ikut dalam kelas yang diadakan Gajah Kecil, fasilitator kelas bermain yang berbasis di Kabupaten Bekasi, Minggu, 26 Januari 2025.

Kegiatan diawali dengan pembacaan buku cerita secara nyaring (read aloud). Kemudian, tim dari Deqebon memperkenalkan bentuk buah kakao (Theobroma cacao) kepada anak-anak.

Baca Juga: Teori One Piece: Ada Nika dari Suku Lunarian, Penyebab Mengapa Hanya Tinggal King Seorang

Mereka melihat dan menyentuh langsung buah berbentuk lonjong dan bewarna kuning itu. Kemudian, pemandu dari Deqebon meminta anak-anak mencoba memecahkan buah kakao dengan cara menghantam ke lantai secara bergantian.

Hebatnya, hanya dari dua putaran anak-anak itu bisa memecahkan buah kakao. Kemudian, di dalamnya ada biji yang rasanya manis dan bertekstur lengket. Mereka pun mencicipi satu per satu.

Biji itu yang kemudian dikeringkan selama tujuh hari kemudian disangrai. Setelah itu, biji cokelat dihancurkan dan digiling untuk proses lebih lanjut.

Lanjut ke bagian praktik pembuatan cokelat. Satu per satu piring kecil dan pisau plastik tersaji di meja. Anak-anak dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan usia.

Di meja itu juga ada biji kakao yang telah ditumbuk. Lagi-lagi mereka diberi pengalaman mencicipi secara langsung. Rasanya sudah seperti cokelat, tapi pahit.

Tugas pertama mereka adalah memotong batang cokelat yang cukup keras. Butuh usaha untuk memotong cokelat itu karena cukup padat.

Baca Juga: Rekomendasi Drama Korea Terbaru Lika-Liku Kehidupan Para CEO di Korsel

Setelah cokelat berhasil terpotong, lalu dimasukkan ke dalam wadah yang bagian bawahnya terdapat wadah lain berisi air panas. Cokelat pun meleleh. Tugas mereka selanjutnya adalah mengaduk-aduk lalu mencapurkan dengan cokelat yang sudah dihancurkan.

Kemudian cetakan cokelat pun datang, lelehan cokelat itu dituang ke dalam pencetak. Ada enam lubang yang nanti akan menghasilkan 6 batang cokelat untuk masing-masing anak.

Mereka memberi tambahan seperti kacang mede dan jeruk kering. Setelah itu, cokelat didingkan di dalam pembeku (freezer) selama 30 menit.

Sembari menunggu cokelat membeku, anak-anak bermain di halaman bersama Gajah Kecil. Mereka memakan aneka buah seperti matoa, rambutan, pisang, dan lainya.

Anak-anak pun diberi kesempatan untuk public speaking. Satu per satu dari mereka maju ke depan, memperkenalkan diri, dan mengungkapkan perasaan bermain bersama teman-teman lainnya.

Usai sesi public speaking, cokelat pun jadi. Tampak wajah kegembiraan anak-anak melihat hasil kerja keras mereka membuat cokelat. Sesi usai, sebagai penutup semua berfoto bersama-sama.***