BEKASI.POJOKSATU.id - Industri perfilman Korea Selatan kembali menghadirkan gebrakan lewat proyek horor bertajuk Taboo: The Silent Day. Berbeda dari kebanyakan film horor Korea yang biasanya mengambil latar rumah sakit angker atau hutan terpencil, film ini justru memilih Pulau Bali sebagai lokasi utama cerita, tepatnya saat perayaan Hari Raya Nyepi berlangsung.
Film garapan sutradara Park Kyung-kun ini diproduksi Showbox, rumah produksi yang sebelumnya sukses besar lewat film horor Exhuma. Ceritanya mengikuti sekelompok sahabat asal Korea Selatan yang sedang menikmati liburan di Bali, bertepatan dengan momen Nyepi yang identik dengan suasana hening selama dua puluh empat jam penuh.
Petaka bermula ketika mereka secara tidak sengaja memecahkan sebuah guci kuno yang ternyata menyimpan roh-roh pendendam, memicu teror mencekam yang terus memburu mereka sepanjang sisa liburan.
Baca Juga: Mengenal A New Dawn, Film Animasi Jepang-Prancis yang Tayang Perdana di Berlinale 2026
Alih-alih mengandalkan jump scare berlebihan, film ini lebih mengutamakan pembangunan atmosfer mencekam lewat tekanan psikologis dan suasana sunyi khas Nyepi, di mana para karakter tidak bisa ke mana-mana maupun meminta pertolongan akibat aturan adat yang berlaku.
Film ini turut menghadirkan kolaborasi lintas negara lewat keterlibatan sejumlah aktor Indonesia, di antaranya Della Dartyan yang memegang peran cukup penting dalam cerita, serta budayawan Sujiwo Tejo.
Sejak trailer perdananya dirilis pertengahan Juni 2026, film ini turut menarik perhatian publik Indonesia, khususnya soal bagaimana tradisi Nyepi digambarkan dalam konteks cerita horor.
Sejumlah warganet menyampaikan masukan terkait penggambaran Catur Brata Penyepian, rangkaian pantangan yang dijalankan umat Hindu saat Nyepi, yang dalam ajaran aslinya lebih dimaknai sebagai momen refleksi diri dan pencarian keheningan batin. Masukan serupa juga muncul terkait penggambaran pawai ogoh-ogoh, yang secara tradisional memiliki makna simbolis sebagai penetralan unsur negatif dalam diri manusia.
Baca Juga: Makna di Balik Judul A New Dawn, Kembang Api dan Simbol Kebangkitan
Diskusi ini menjadi bagian dari perbincangan lebih luas mengenai bagaimana tradisi dan budaya lokal diadaptasi ke dalam karya fiksi oleh pihak dari luar budaya tersebut, sebuah topik yang memang kerap muncul ketika sebuah karya internasional mengangkat elemen budaya spesifik suatu daerah.
Proses syuting film ini sepenuhnya dilakukan di Bali, dan proyek ini telah masuk daftar penjualan resmi Showbox dalam ajang Hong Kong FilMart. Hingga kini, jadwal tayang resmi film ini di bioskop masih belum diumumkan secara pasti, meski sejumlah laporan memperkirakan penayangannya berlangsung sekitar September 2026 mendatang.***



