BEKASI.POJOKSATU.id — Seorang office boy (OB) di SMK Teratai Putih Global 1 Bekasi, Ahmad Romadhon atau akrab disapa Madun, mengajak para siswa mengenal dunia kewirausahaan melalui kegiatan budidaya ikan lele.
Kegiatan tersebut dilakukan di lingkungan sekolah dengan memanfaatkan kolam sebagai sarana pembelajaran bagi siswa di luar kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.
Dalam kesehariannya, Madun bertugas sebagai caraka yang membantu berbagai kebutuhan operasional sekolah. Di sela tugas tersebut, ia turut mendampingi siswa dalam kegiatan budidaya lele.
Para siswa diperkenalkan dengan proses pemeliharaan ikan sejak bibit berukuran kecil hingga siap dipanen.
Mereka juga dilibatkan dalam sejumlah kegiatan, seperti memberi pakan, menjaga kebersihan kolam, memantau pertumbuhan ikan, hingga menghitung hasil panen.
Kegiatan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami bahwa budidaya ikan dapat dikembangkan menjadi salah satu peluang usaha.
Madun menekankan bahwa memulai usaha tidak selalu membutuhkan modal yang besar.
Menurut dia, keberanian untuk mencoba dan kemauan untuk belajar menjadi hal penting bagi seseorang yang ingin memulai usaha.
“Yang penting berani mencoba dan mau belajar,” kata Madun, dari keterangan tertulisnya, Rabu 9 September 2026.
Melalui budidaya lele tersebut, siswa dapat melihat secara langsung bagaimana proses pemeliharaan dilakukan hingga menghasilkan ikan yang memiliki nilai ekonomi.
Baca Juga : Pengambilan Nomor Urut Pilkades Wanajaya Dibanjiri Pendukung, Panitia Imbau Menjaga Kondusivitas
Selain pengetahuan mengenai budidaya ikan, kegiatan itu juga mengajarkan siswa mengenai tanggung jawab dan konsistensi dalam menjalankan sebuah proses.
Siswa harus memberikan pakan secara teratur, menjaga kondisi kolam, serta memperhatikan perkembangan ikan agar dapat tumbuh dengan baik.
Setelah lele memasuki masa panen, siswa juga diperkenalkan dengan proses penghitungan hasil dan nilai jual.
Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan ikan, tetapi juga mengenalkan tahapan sederhana dalam menjalankan usaha.
Bagi Madun, keterlibatannya dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk berbagi pengalaman kepada siswa.
Meskipun tidak mengajar sebagai guru di ruang kelas, ia berusaha memberikan pembelajaran melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kolam lele yang berada di lingkungan sekolah pun menjadi sarana bagi siswa untuk belajar mengenai kerja keras, kesabaran, tanggung jawab, sekaligus peluang ekonomi.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keberanian siswa untuk mencoba berbagai bentuk usaha sejak masih berada di bangku sekolah.
Pembelajaran kewirausahaan, dengan demikian, tidak hanya diperoleh melalui teori, tetapi juga dapat dilakukan melalui praktik sederhana yang melibatkan siswa secara langsung.***




