BEKASI.POJOKSATU.id - Film reboot Resident Evil (2026) garapan sutradara Zach Cregger berhasil mencatatkan pencapaian mengejutkan di dunia kritik film. Setelah embargo review resmi dibuka pada 16 September 2026, film ini langsung meraih skor 98 persen "Fresh" di Rotten Tomatoes, jauh melampaui seluruh film Resident Evil sebelumnya sepanjang sejarah seri film ini.

Pencapaian ini terbilang luar biasa mengingat tidak ada satu pun film Resident Evil terdahulu yang pernah menembus angka 40 persen di Rotten Tomatoes. Film pertama pada 2002 hanya meraih 36 persen dan dicap "rotten", sementara Resident Evil: Apocalypse (2004) bahkan tercatat sebagai skor terendah sepanjang seri film dengan hanya 18 persen.

Reboot terbaru sebelumnya, Resident Evil: Welcome to Raccoon City yang dirilis pada 2021, juga bernasib serupa dengan skor 30 persen. Bahkan serial televisinya pada 2022 pun masih terjebak status "rotten" dengan skor 54 persen.

Baca Juga: Ibis Styles Bekasi Jatibening dukung pengembangan ekonomi kreatif Kota Bekasi

Resident Evil (2026) sendiri merupakan garapan Zach Cregger, sutradara yang sebelumnya dikenal lewat film horor sukses seperti "Barbarian" dan "Weapons". Berbeda dari film-film sebelumnya yang mengadaptasi langsung karakter maupun alur cerita dari video game aslinya, film ini justru menghadirkan cerita orisinal.

Kisahnya berpusat pada Bryan, seorang kurir medis yang diperankan oleh Austin Abrams, yang tanpa sengaja terjebak dalam malam penuh teror sembari berjuang bertahan hidup dari gerombolan makhluk mengerikan khas semesta Resident Evil.

Para kritikus ramai-ramai memuji gaya khas Cregger dalam menggarap film ini, yang dinilai terasa terinspirasi dari sineas legendaris John Carpenter namun tetap kental dengan sentuhan personalnya sendiri, sebagaimana yang terlihat dalam karya-karya sebelumnya. Sejumlah media besar turut memberikan pujian, salah satunya The Guardian yang memberikan rating empat dari lima bintang sekaligus memuji tempo film yang dinilai tak pernah kendur sepanjang durasi. Sementara itu, performa akting Austin Abrams sebagai pemeran utama juga banyak mendapat sorotan positif dari para kritikus.

Menariknya, sebelum film ini resmi tayang, sempat muncul gelombang kekecewaan dari sebagian penggemar lama di media sosial. Kekecewaan itu terutama dipicu oleh keputusan untuk tidak menggunakan karakter maupun jalan cerita dari video game aslinya. Namun begitu ulasan resmi dari para kritikus mulai bermunculan, respons yang didapat justru jauh melampaui ekspektasi, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu adaptasi video game terbaik yang pernah dibuat ke layar lebar.

Baca Juga: Toys Kingdom Ajak Keluarga Ciptakan Momen Berharga Lewat ON THE WHEELS

Dengan pencapaian skor kritik setinggi ini, Resident Evil (2026) berpotensi menjadi salah satu film horor dengan rating tertinggi sepanjang tahun ini, sekaligus membuktikan bahwa pendekatan cerita orisinal dapat menjadi jalan baru untuk menghidupkan kembali sebuah seri film yang sempat dipandang sebelah mata oleh para kritikus.***