BEKASI.POJOKSATU.id - Pada saat Arc Shibuya akan berakhir terlihat Itadori Yuji dan Yuta Okkotsu sedang berbicang-bincang.
Kemudian datanglah Megumi Fushiguro yang menyuruh Itadori Yuji dan Yuta Okkotsu kembali ke sekolah karena perisai sekolah yang melemah.
Kemudian Itadori Yuji mengatakan jangan seenaknya mengajakku kembali begitu saja, sebab dirinya telah membunuh banyak orang akibat amukan Ryomen Sukuna.
Baca Juga: Spoiler Jujutsu Kaisen Season 3 Arc Culling Game, Apa Saja Hal yang Terjadi?
Kemudian Itadori Yuji mengatakan jangan bersikap seolah tidak terjadi apa apa, sudah banyak orang yang menjadi korban dan meninggal karena ulahku.
Megumi Fushiguro membantah hal tersebut dengan mengatakan itu salah kita, jangan menyerah, yang akan kau katakan, jangan menyerah sendiri.
Kemudian Megumi Fushiguro mengatakan bahwa kita ini bukan pahlawan melainkan adalah seorang penyihir tak ada satupun orang yang benar-benar menilai kita.
Maka dari itu kita harus terus membuktikan nilai dari keberadaan kita, kita tidak punya waktu untuk memikirkan diri kita sendiri, yang bisa kita lakukan adalah tulus menyelamatkan nyawa sebanyak yang kita bisa.
Baca Juga: Lirik dan Terjemahan Lagu Ending Anime Jujutsu Kaisen Season 2
Kemudian Megumi Fushiguro mengatakan pikirkanlah, inilah yang sebenarnya mendorong tindakanmu tersebut Itadori Yuji.
Kemudian Itadori Yuji mengatakan, tidak fushiguro selama aku berada disampingmu, engkaulah yang akan merasa sangat menderita.
Kemudian Megumi Fushiguro mengatakan Itadori pertama selamatkanlah aku, Kamo Noritoshi telah membuat petarungan sampai mati antara orang yang memakai teknik kutukan yang bernama Annihilation Migration.
Tsumiki terlibat didalam Annihilation Migration, kemudian dirinya mengatakan kumohon Itadori Yuji, selamatkan aku.
Baca Juga: Ternyata Karakter ini Adalah Kakak Kandung Itadori Yuji, 4 Fakta Choso Jujutsu Kaisen
Itulah Penutupan Arc Shibuya ketika Itadori Yuji akan menyerah karena sudah membunuh banyak orang akibat amukan Ryomen Sukuna.
Beruntung Megumi Fushiguro berhasil menasehati Itadori Yuji sehingga dirinya tidak menyerah begitu saja dan tetap berjuang.***



