BEKASI.POJOKSATU.id - Buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring kini resmi diadaptasi menjadi film layar lebar garapan MD Pictures. Proyek ini menjadi langkah cukup berani dalam industri perfilman Indonesia, mengingat materi aslinya merupakan buku pengembangan diri nonfiksi yang membahas filsafat Stoikisme, jauh berbeda dari novel fiksi yang biasanya lebih mudah diadaptasi ke bentuk cerita naratif.

Sejak pertama kali diterbitkan Penerbit Buku Kompas pada 2018, buku ini telah terjual lebih dari 500 ribu eksemplar dan memasuki cetakan ke-100, menjadikannya salah satu buku pengembangan diri paling berpengaruh di Indonesia. Popularitasnya terus meningkat beberapa tahun terakhir, terutama karena banyak pembaca menjadikannya panduan praktis untuk tetap tenang dan rasional di tengah ketidakpastian hidup.

Proyek adaptasi ini sebenarnya sudah direncanakan sejak 2019, namun sempat tertunda akibat pandemi. Pengumuman resmi proyek film ini akhirnya disampaikan MD Pictures dalam acara tasyakuran pada 25 Februari 2026, sekaligus memperkenalkan jajaran pemainnya. Proses syuting kemudian dimulai dua hari berselang, tepat pada 27 Februari 2026.

Baca Juga: Mengenal Stoikisme Lewat Film Filosofi Teras

Tantangan terbesar dalam proyek ini terletak pada proses mengubah buku nonfiksi menjadi cerita dramatis yang punya alur naratif kuat. Alih-alih menampilkan ulang isi buku secara langsung, tim penulis skenario Haqi Achmad dan Widi Lestari memilih meramu ajaran Stoikisme ke dalam kisah drama keluarga orisinal, berpusat pada tokoh bernama Nea, seorang perempuan berusia 26 tahun yang mendadak menjadi tulang punggung keluarga usai kepergian sang ayah.

Sutradara Affandi Abdul Rachman, yang sebelumnya dikenal lewat film Negeri 5 Menara, menjelaskan bahwa tugasnya adalah menerjemahkan inti filosofi dari buku Henry ke dalam cerita yang membantu penonton menemukan solusi atas persoalan hidup mereka sendiri.

Cerita film ini turut mengangkat isu sandwich generation, sebuah fenomena sosial yang belakangan semakin relevan di Indonesia, di mana banyak generasi muda harus menanggung kebutuhan hidup dua generasi sekaligus.

Henry Manampiring sendiri sempat mengaku terkejut sekaligus menyimpan kekhawatiran ketika pertama kali mendengar rencana adaptasi ini, mengingat bukunya bukan berbentuk novel yang biasanya lebih mudah dijadikan film. Namun, ia akhirnya percaya penuh pada visi MD Pictures dan terus terlibat dalam proses konsultasi untuk memastikan esensi filosofi dalam bukunya tetap terjaga di versi layar lebarnya.

Baca Juga: Zee Asadel Gabung Filosofi Teras, Jadi Adik Sherina Munaf

Setelah proses produksi rampung, MD Pictures resmi merilis teaser poster dan trailer perdana film ini pada 12 Juli 2026, bertepatan dengan momentum perayaan cetakan ke-100 buku aslinya. Momen ini sekaligus menandai transformasi penuh Filosofi Teras, dari buku yang telah menginspirasi ratusan ribu pembaca menjadi karya sinema yang siap disaksikan lebih luas oleh masyarakat Indonesia.***