BEKASI.POJOKSATU.ID - Bulan Ramadan sering kali identik dengan perubahan pola aktivitas harian.

Umat Muslim menjalani puasa dengan menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam, membuat sebagian orang memilih mengurangi aktivitas fisik agar tidak cepat lemas.

Namun, anggapan bahwa puasa adalah alasan untuk berhenti berolahraga ternyata keliru.

Justru, dengan strategi yang tepat, olahraga saat puasa dapat membantu menjaga kebugaran tubuh sekaligus mempercepat pembakaran lemak.

Saat berpuasa, cadangan glikogen atau karbohidrat yang tersimpan di dalam tubuh akan menurun karena tidak ada asupan makanan dalam waktu lama.

Kondisi ini membuat tubuh beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi utama.

Artinya, olahraga ringan yang dilakukan dengan tepat justru dapat membantu proses penurunan berat badan menjadi lebih efektif selama Ramadan.

Baca Juga: Cawang ke Cikarang Kini Lebih Mudah, Rute B51 Siap Angkut 1.700 Penumpang per Hari

Meski demikian, intensitas olahraga memang perlu disesuaikan.

Aktivitas fisik yang terlalu berat berisiko menyebabkan dehidrasi, kelelahan berlebihan, bahkan penurunan tekanan darah.

Oleh karena itu, pemilihan jenis olahraga menjadi kunci utama agar tubuh tetap bugar tanpa mengganggu ibadah puasa.

Beberapa olahraga ringan direkomendasikan untuk dilakukan saat puasa.

1. Jalan Cepat

Jalan cepat menjadi pilihan paling sederhana dan aman.

Aktivitas ini mampu menjaga kesehatan jantung, memperkuat otot, serta meningkatkan metabolisme tanpa menguras banyak energi.

Waktu terbaik melakukannya adalah menjelang berbuka puasa atau saat ngabuburit, sehingga setelah selesai berolahraga tubuh bisa segera mendapatkan asupan cairan.

2. Bersepeda

Bersepeda santai di sore hari juga bisa menjadi alternatif menyenangkan.

Selain membantu menjaga kebugaran jantung dan mengencangkan otot, bersepeda dapat memberikan efek relaksasi sehingga tubuh tidak mudah terasa lemas.

Aktivitas ini sebaiknya dilakukan menjelang waktu berbuka agar risiko dehidrasi dapat diminimalkan.

3. Yoga dan Pilates

Olahraga lain seperti jogging ringan, yoga, dan pilates juga termasuk aman dilakukan selama puasa.

Yoga dan pilates bahkan sangat dianjurkan karena berfokus pada teknik pernapasan yang membantu meningkatkan suplai oksigen ke seluruh tubuh.

Selain itu, gerakan yang terkontrol membuat tubuh tetap aktif tanpa kehilangan terlalu banyak cairan.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Optimalkan Pembangunan Bendung BSH-0 untuk Suplai Air 7.000 Hektare Sawah

4. Angkat Beban

Latihan beban pun tetap bisa dilakukan, asalkan dengan beban ringan dan gerakan perlahan.

Mengurangi repetisi dan durasi latihan menjadi strategi penting agar tubuh tidak kelelahan.

Bahkan olahraga seperti bowling dapat menjadi pilihan karena tidak membutuhkan energi besar namun tetap melatih keseimbangan dan kekuatan otot tangan.

Selain jenis olahraga, waktu pelaksanaan juga sangat menentukan efektivitasnya.

Waktu terbaik pertama adalah 30 hingga 60 menit sebelum berbuka puasa.

Pada fase ini, tubuh cenderung membakar lebih banyak lemak karena cadangan energi sudah menipis.

Kedua, olahraga bisa dilakukan satu hingga dua jam setelah berbuka puasa ringan.

Pada waktu ini, energi sudah kembali sehingga memungkinkan melakukan latihan dengan intensitas sedang.

Ketiga, olahraga ringan seperti stretching juga bisa dilakukan sebelum sahur bagi yang terbiasa bangun lebih awal.

Agar tetap aman, ada sejumlah tips yang perlu diperhatikan.

Hindari olahraga di siang hari saat suhu sedang tinggi.

Penuhi kebutuhan nutrisi saat sahur dan berbuka dengan makanan bergizi seimbang.

Kurangi durasi latihan, misalnya dari satu jam menjadi 30 menit.

Baca Juga: 758 Warga Kembali Aktif! Dinsos Bekasi Gerak Cepat Selamatkan Peserta PBI yang Dinonaktifkan

Perlambat gerakan agar tubuh tidak cepat kehilangan cairan.

Disarankan pula untuk tetap berolahraga minimal tiga kali seminggu agar kebugaran tetap terjaga.

Puasa bukanlah penghalang untuk hidup aktif.

Dengan perencanaan yang tepat, olahraga justru bisa menjadi cara efektif menjaga kesehatan sekaligus membantu mencapai target berat badan ideal.

Kuncinya adalah memahami batas tubuh, memilih jenis olahraga yang sesuai, serta menentukan waktu yang paling aman agar Ramadan tetap produktif dan tubuh tetap prima.***