BEKASI.POJOKSATU.id — Menurunkan berat badan tidak semata-mata bertujuan mendapatkan bentuk tubuh ideal, tetapi juga perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.
Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr. Oqti Rodia, Sp.GK, mengatakan pengelolaan berat badan perlu dilakukan secara sehat dan disesuaikan dengan kondisi setiap individu.
“Menurunkan berat badan bukan hanya tentang menjadi lebih kurus, tetapi bagaimana mencapai berat badan yang sehat dengan tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi, kondisi metabolisme, serta kesehatan secara keseluruhan,” kata dr. Oqti.
Menurut dia, setiap orang memiliki kondisi tubuh dan kebutuhan nutrisi yang berbeda sehingga pendekatan penurunan berat badan tidak dapat disamaratakan.
Karena itu, program pengelolaan berat badan perlu mempertimbangkan kebutuhan nutrisi, kondisi metabolisme, serta kesehatan secara menyeluruh.
Hal tersebut menjadi salah satu pendekatan yang diterapkan melalui Poli Weight Management and Wellness Center RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.
Poli tersebut menyediakan sejumlah pilihan program pengelolaan berat badan, mulai dari terapi injeksi, gastric balloon, program berat badan ideal, farmakoterapi, meal plan, hingga NutriReady.
Program tersebut dilakukan dengan pendampingan tenaga medis profesional untuk membantu masyarakat mengelola berat badan secara lebih terarah.
Baca Juga : Mau Ikut Lelang KPKNL? Begini Cara Daftar dan Mekanisme Penawarannya
Salah satu pendekatan yang digunakan yakni meal plan atau pengaturan pola makan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.
Selain itu, tersedia NutriReady, layanan nutrisi personal berbasis profil genomik sebagai salah satu pilihan dalam pendekatan nutrisi yang lebih personal.
Berkaitan dengan Kesehatan Jantung
Dr. Oqti mengatakan berat badan berlebih dapat berkaitan dengan sejumlah faktor risiko kardiometabolik.
Oleh karena itu, upaya menurunkan berat badan sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan atau hanya berorientasi pada hasil yang cepat.
“Yang penting bukan hanya berapa kilogram berat badan yang turun, tetapi bagaimana prosesnya dilakukan secara sehat, terukur, dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Pengelolaan berat badan juga diharapkan dapat membantu seseorang membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Selain menjaga berat badan tetap terkontrol, pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung kesehatan jantung dan metabolisme, meningkatkan energi, serta meningkatkan kepercayaan diri.
Baca Juga : Shockwave Therapy Dapat Menjadi Pilihan Rehabilitasi Nyeri Otot dan Sendi
Bagi masyarakat yang ingin menurunkan berat badan, terutama yang memiliki faktor risiko penyakit jantung atau kondisi medis tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan untuk menentukan program yang sesuai.
Melalui Poli Weight Management and Wellness Center, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita menempatkan pengelolaan berat badan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Dengan demikian, target memiliki tubuh ideal dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan jantung.***




