BEKASI.POJOKSATU.id – Tunjangan Hari Raya (THR) yang sudah dinanti akhirnya cair menjelang Hari Raya Idulfitri. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, uang tambahan ini kerap habis hanya dalam hitungan hari.

Di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil, ditambah potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah Lebaran, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengatur keuangan. Pasalnya, dampak lanjutan bisa merembet ke kenaikan harga kebutuhan pokok.

Belum lagi, gaji berikutnya masih harus menunggu hingga akhir bulan. Jika THR sudah habis lebih dulu, kondisi keuangan bisa terganggu.

Perilaku konsumtif yang meningkat saat Ramadan dan Lebaran menjadi salah satu penyebab utama cepatnya uang THR terkuras. Tanpa perencanaan, pengeluaran bisa membengkak tanpa disadari.

Baca Juga : Rahasia Tetap Langsing Meski Disuguhi Hidangan Lebaran di Setiap Rumah

Mengacu pada edukasi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada sejumlah kesalahan yang sebaiknya dihindari agar THR tidak ludes begitu saja.

1. Terlalu Fokus pada Belanja Konsumtif

Godaan diskon besar-besaran saat Lebaran sering membuat masyarakat kalap berbelanja, mulai dari pakaian baru hingga barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Akibatnya, alokasi keuangan menjadi tidak seimbang.

2. Tidak Membuat Perencanaan Keuangan

Tanpa pembagian yang jelas, THR berpotensi digunakan secara impulsif. Idealnya, THR dibagi untuk kebutuhan pokok, tabungan, kewajiban seperti zakat, serta cicilan.

3. Mengabaikan Tabungan dan Dana Darurat

Banyak orang menghabiskan hampir seluruh THR untuk kebutuhan Lebaran, tanpa menyisihkan untuk tabungan atau dana darurat. Padahal, kondisi ekonomi yang tidak pasti menuntut adanya cadangan keuangan.

4. Menunda Pembayaran Utang atau Cicilan

Alih-alih memanfaatkan THR untuk melunasi kewajiban, sebagian orang justru menundanya. Hal ini bisa menjadi beban keuangan di bulan berikutnya.

Dengan menghindari kesalahan tersebut, masyarakat dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumsi dan perencanaan masa depan.

Pembagian THR secara bijak, seperti 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk tabungan dan investasi, serta masing-masing 10 persen untuk zakat dan cicilan, dapat menjadi panduan sederhana.

Dengan langkah ini, THR tidak hanya habis untuk kesenangan sesaat, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang.

Terlebih, potensi kenaikan harga BBM dan kebutuhan pasca-Lebaran perlu diantisipasi sejak dini agar kondisi keuangan tetap aman hingga periode gajian berikutnya.