BEKASI.POJOKSATU.ID - Tren menyeduh kopi di rumah atau home brewing kian diminati masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Selain menghadirkan pengalaman menikmati kopi yang lebih personal, kebiasaan ini juga dinilai mampu menekan biaya konsumsi kopi secara signifikan dibandingkan membeli minuman siap saji di coffee shop.

Master Roasting Arutala Coffee, Kenneth Cia, mengatakan home brewing memungkinkan penikmat kopi menghemat pengeluaran hingga 60–70 persen per cangkir tanpa harus mengorbankan kualitas rasa.

Menurutnya, anggapan bahwa kopi enak selalu identik dengan harga mahal perlahan mulai ditinggalkan.

“Kami ingin mematahkan stigma bahwa kopi enak itu harus mahal dan sulit didapat,” ujar Kenneth, Selasa 27 Januari 2026.

Ia menilai, meningkatnya minat terhadap home brewing terlihat dari semakin banyaknya konsumen yang tertarik mempelajari proses seduh mandiri dan membeli perlengkapan seduh pemula.

Baca Juga: Bekasi Makin Hidup! Ini 16 Kafe dan Tempat Nongkrong Baru yang Wajib Dicoba

Penikmat kopi kini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa minuman, tetapi juga ingin memahami proses di balik secangkir kopi yang mereka nikmati.

“Sekarang orang ingin tahu bijinya dari mana, karakternya seperti apa, dan bagaimana cara menyeduhnya supaya sesuai selera mereka sendiri,” katanya.

Dari sisi ekonomi, menyeduh kopi di rumah dinilai lebih efisien, terutama bagi mereka yang mengonsumsi kopi setiap hari.

Dengan membeli biji kopi dan menyeduh sendiri, konsumen dapat mengontrol biaya sekaligus menyesuaikan kekuatan rasa, tingkat keasaman, hingga aroma seduhan sesuai preferensi masing-masing.

Selain faktor biaya dan rasa, home brewing juga berkembang sebagai bagian dari gaya hidup dan ritual harian.

Proses menyeduh kopi kerap dianggap sebagai aktivitas relaksasi atau self-care karena melibatkan aroma kopi, gerakan yang berulang, serta momen jeda di tengah rutinitas.

Arutala Coffee mencatat adanya peningkatan minat terhadap perlengkapan seduh rumahan dalam satu tahun terakhir.

Percakapan di komunitas kopi, konten edukasi di media sosial, hingga pencarian kata kunci terkait home brewing kit di pasar lokal terus mengalami pertumbuhan.

Untuk menjawab kebutuhan para home brewer, akses terhadap biji kopi berkualitas dan konsisten menjadi faktor penting.

Kenneth menyebut, per Januari 2026, Arutala Coffee menghadirkan lebih dari 40 varian biji kopi pilihan dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Diplomasi Lingkungan Indonesia Jerman, Sea Hamster 2.0 Bersihkan Sungai Bekasi

“Kami ingin orang-orang bisa mengenal kekayaan rasa kopi Nusantara dengan cara yang sederhana,” ucapnya.

Selain biji kopi, tersedia pula opsi kopi praktis seperti drip bag coffee serta home brewing starter kit bagi pemula.

Arutala Coffee juga membuka peluang kolaborasi edukasi bersama komunitas home brewer untuk meningkatkan literasi kopi di Indonesia.

“Melalui Arutala, kami menyediakan bahan baku yang memudahkan siapa pun menjadi barista bagi dirinya sendiri, sehingga setiap orang bisa menciptakan momen kafe yang personal di rumah mereka,” pungkas Kenneth.***