BEKASI.POJOKSATU.id - Kasus stunting di Desa Burangkeng kini turun menjadi 6 saja. Hal ini tidak lepas dari keberadaan Satuan Tugas (Satgas) Stunting sejak tahun 2021.
Lurah Desa Burangkeng Nemin bin Sain menjelaskan Satgas Stunting didukung anggaran sehingga dapat bekerja secara maksimal.
"Mereka mendata posyandu, calon pengantin. Semua anak balita di posyandu masing-masing didata. Jangan sampai terjadi stunting, begitu ada gejala langsung ditangani," ucap Nemin usai Rembuk Stunting di GOR Al Jihad, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa, 12 Desember 2023.
Baca Juga: Pemerintah Desa Burangkeng Tetapkan RKPDes 2024
Nemin menyampaikan Satgas Stunting terdiri atas 9 orang yang diketuai oleh ketua PKK Desa Burangkeng. Sementara anggota lain terdiri atas anggota seperti bidan desa, dan anggota lembaga kemasyarakatan desa (LKD).
"Data kita dapatkan dari kader posyandu. Posyandu melaporkan kepada KPM, dan KPM melaporkan kepada Satgas. Semua direkap. Ibu menyusui dan ibu hamil kita bantu dan alhamdulillah kasus stunting terus menurun sampai dengan 6 saja," ucap Nemin.
Nemin berharap tahun depan kasus stunting menjadi nol di Desa Burangkeng.
Baca Juga: Pemerintah Desa Burangkeng Tunggu Pembangunan Kantor Desa
Karena bersifat ad hoc, keberadaan Satgas Stunting pun akan dievaluasi dalam waktu satu sampai dua tahun ke depan.
"Jika tidak ada stunting kita bisa bubarkan. Atau kita bisa pertahankan untuk pencegahan stunting," demikian kata dia.***




