BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Desa Muktijaya di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, meluncurkan program ketahanan pangan yang berbeda pada tahun ini.
Jika pada tahun sebelumnya berfokus pada tanaman lengkuas, tahun ini Pemerintah Desa Muktijaya memfokuskan pada penanaman pakcoy dengan metode hidroponik di dalam rumah kaca 'green house'.
Kepala Desa Muktijaya, Runi Nuraeni, menjelaskan bahwa metode hidroponik dipilih karena keterbatasan lahan di desa tersebut, di mana banyak sawah telah beralih fungsi menjadi perumahan dan kawasan industri.
Baca Juga: Aktivitas Galian C di Desa Muktijaya, Truk Tanah Serbu Jalan Desa yang Baru Diperbaiki Pemkab Bekasi
"Hidroponik dipilih karena tidak memerlukan lahan yang luas," ujar Runi.
Warga yang belum familiar dengan metode hidroponik diberikan pelatihan oleh Encang Solihin dari Lembang, yang berpengalaman di bidang ini.
Setelah pelatihan, setiap RT menerima instalasi hidroponik dan bibit pakcoy untuk mempraktikkan pengetahuan yang mereka peroleh.
Di lingkungan kantor desa, berdiri rumah kaca berukuran 7x9 meter dengan tinggi 3 meter, dilengkapi dengan 4 piramida dan instalasi tambahan di setiap sisi.
Runi menambahkan bahwa pembimbing secara rutin memantau perkembangan penanaman baik di rumah kaca maupun di lingkungan warga.
"Dengan program ini, kami berharap warga mendapatkan pengetahuan baru tentang hidroponik hingga panen dan bisa memanfaatkan hasilnya," kata Runi.
Jika hasilnya baik dan dapat dipertahankan, desa berencana membentuk kelompok tani untuk mengelola program ini ke depannya.***




