BEKASI.POJOKSATU.id - Peningkatan volume air di Kali Bekasi membuat bantaran kembali longsor. Kali ini, ada 23 rumah yang mengalami rusak lantaran tanah longsor.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi malahan menyebutkan ada 6 rumah yang hilang atau hanyut terbawa arus Kali Bekasi. Ini menimbulkan kerugian bagi kalangan warga setempat.
Kondisi ini kerap terjadi setiap kali volume air di Kali Bekasi meningkat. Peningkatan volume air karena kiriman dari hulu, yaitu wilayah Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Sopir Elf Bekasi-Cikarang Protes, Trans Wibawa Mukti Dianggap Turunkan Pendapatan
Selepas air surut, tanah melunak dan longsor. Rumah warga yang berada di bantaran Kali Bekasi menjadi korbannya.
"Enam rumah hilang, 9 rumah tidak ditempati dan 8 rumah saat ini dalam kondisi terancam," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Dodi Supriadi, Rabu, 4 Desember 2024.
"Berdasarkan informasi yang kami terima dari warga sekitar, bahwa erosi di wilayah ini terjadi sejak tahun 2019," ungkap dia.
Baca Juga: Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Rayakan Hari Ikan Nasional dengan Berbagai Kegiatan Seru
BPBD juga aktif melakukan penanggulangan di lokasi kejadian. Namun, upaya penanggulangan terkendala karena rawannya erosi di wilayah tersebut.
"Kami telah beberapa kali mengirimkan bantuan logistik berupa bambu, karung dan bronjong untuk penanganan sementara, namun saat ini sudah tergerus erosi," jelas dia.
BPBD tetap proaktif dalam penanganan bencana dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
"Kami juga sudah koordinasi dengan BBWS Ciliwung Cisadane agar segera ditindaklanjuti," demikian kata dia.***




