BEKASI.POJOKSATU.id – Pelaksanaan Job Fair yang digelar Pemerintah Kabupaten Bekasi di Gedung Convention Center President University, Jababeka, Cikarang Utara, Selasa, 27 Mei 2025, diwarnai kericuhan.

Insiden ini terjadi karena para pencari kerja (pencaker) berebutan untuk memindai Quick Response (QR) Code yang berisi daftar perusahaan peserta.

Kericuhan bermula saat panitia menempelkan pamflet berisi QR Code di dinding lokasi. Spontan, kerumunan pencari kerja yang telah menunggu sejak pagi langsung berebut mendekat, bahkan sempat terjadi aksi saling dorong hingga baku hantam.

Seorang pencari kerja, Komala Putri (25 tahun), mengatakan bahwa QR Code tersebut sangat penting karena berisi informasi perusahaan yang membuka lowongan.

Baca Juga: Job Fair Membludak, Bupati Bekasi Akui Jadi Beban Moral Pemkab

“Kericuhan itu gara-garanya panitia mau nempelin scan QR. Tiba-tiba ada salah satu pencari kerja yang langsung merebut pamflet,” ujarnya.

Situasi semakin tidak terkendali ketika emosi pencaker yang sudah lama mengantre ikut tersulut. Komala menyebutkan bahwa kepadatan dan tekanan di lokasi menyebabkan sejumlah orang pingsan, baik pria maupun wanita.

“Luka sih enggak ada, cuma banyak yang pingsan, mungkin karena desak-desakan dan kelelahan,” imbuhnya.

Petugas medis yang bersiaga segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi pencari kerja yang jatuh pingsan ke area aman untuk mendapatkan penanganan.***