BEKASI.POJOKSATU.id - Calon Kepala Desa Tamanrahayu nomor urut 3, Kamaludin, mengajak masyarakat menjaga suasana damai menjelang pemungutan suara Pilkades Tamanrahayu.

Pesan tersebut disampaikan Kamaludin dalam kampanye terbuka di Lapangan Horse, Rabu, 16 September 2026. Ia mengingatkan masyarakat bahwa perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan hal yang biasa.

“Beda pilihan hal biasa. Yang penting jangan abu-abu. Harus kalau beda, beda pilihan hal biasa,” kata Kamaludin.

Ia juga meminta pendukungnya tidak mudah terpancing apabila terjadi tindakan yang dinilai dapat memicu ketegangan selama tahapan Pilkades.

Baca Juga: Tak Umbar Janji, Kamaludin Ajak Warga Guyub Bangun Desa Tamanrahayu Bersama

“Satu pesan saya, jangan terpancing,” ujarnya.

“Walaupun dari pihak sana berbuat apa, kita lawan dengan senyuman. Dengan senyuman,” lanjut Kamaludin.

Selain mengajak menjaga kedamaian, Kamaludin menyampaikan pandangannya mengenai hubungan pemimpin dengan masyarakat. Ia mengibaratkan seorang pemimpin seperti genteng dalam sebuah bangunan rumah yang ditopang oleh tiang.

Menurutnya, masyarakat merupakan pihak yang menjadi penopang seorang pemimpin. Karena itu, pemimpin tidak seharusnya menyalahkan masyarakat yang telah memberikan dukungan.

“Pemimpin itu adalah gentengnya. Oke, genteng itu tidak masalah. Tidak bisa menyalahkan atau mengeluh kepada tiang yang menyangganya,” katanya.

“Justru kita harus berterima kasih kepada tiang. Itu adalah warga Desa Tamanrahayu yang mengusung kita,” sambungnya.

Kamaludin juga menyatakan dirinya terbuka terhadap kritik apabila nantinya mendapat amanah memimpin Desa Tamanrahayu. Ia meminta masyarakat tidak segan mengingatkan apabila terdapat langkah atau kebijakan yang dinilai keliru.

Baca Juga: Usung Politik Adem dan Riang Gembira, Kamaludin Harap Pilkades Tak Putuskan Silaturahmi Antarwarga

“Kalau saya salah langkah ke depannya, silakan ingatkan saya. Mau digeruduk, didemo juga boleh sambil ngopi. Tapi ya bercanda, Bu,” ujarnya.

Ia kemudian menegaskan bahwa masyarakat dan pemerintah desa harus saling mengingatkan demi kepentingan bersama.

“Nggak apa-apa, diingatkan saya kalau saya ada langkah, ada salah langkah ke depannya, salah kebijakan. Seperti itu, diingatkan,” katanya.

“Diingatkan seperti itu. Kita harus saling mengingatkan untuk kepentingan bersama, untuk membangun Desa Tamanrahayu,” pungkas Kamaludin.***