BEKASI.POJOKSATU.ID - Banjir melanda wilayah Kabupaten Bekasi dengan total 145 titik genangan yang tersebar di 12 kecamatan.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni saat memantau langsung penanganan banjir sejak Kamis, 22 Januari 2026, hingga Jumat, 23 Januari 2026, dini hari.

Kapolres mengungkapkan, dari ratusan titik terdampak tersebut, sebanyak 1.423 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Untuk mendukung penanganan warga terdampak, Polres Metro Bekasi telah menyiapkan 17 titik pengungsian di berbagai wilayah.

Baca Juga: Kapolres Metro Bekasi Turun Langsung Evakuasi Korban Banjir di Tanjungsari Cikarang Utara

“Tindakan yang kami lakukan antara lain mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman atau ke titik pengungsian, melakukan patroli di perumahan terdampak, serta menyiapkan dapur lapangan untuk kebutuhan makanan masyarakat,” ujar Sumarni.

Selain itu, kepolisian juga menyiagakan tenaga kesehatan guna memberikan pelayanan medis bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir. Pengaturan arus lalu lintas turut dilakukan, terutama di jalur Pantura yang tergenang air, untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan.

Dalam operasi kemanusiaan tersebut, Polres Metro Bekasi mendapat perbantuan dari Brimob Polda Metro Jaya yang menyiagakan personel serta perahu karet untuk mendukung proses evakuasi.

Baca Juga: Kabag Kesra Pemkab Bekasi Meninggal Dunia di Tol Cipularang

Selain Desa Tanjungsari di Kecamatan Cikarang Utara dengan genangan mencapai 100 sentimeter, wilayah lain yang terdampak cukup signifikan adalah Desa Sukajadi, Kecamatan Sukatani, dengan ketinggian air sekitar 80 sentimeter.

Polres Metro Bekasi memastikan akan terus melakukan monitoring dan siaga penuh hingga kondisi banjir benar-benar surut, serta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan susulan.***