BEKASI.POJOKSATU.id - Memasuki paruh akhir 2024, sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi terdampak kekeringan.
BPBD Kabupaten Bekasi mencatat ada 29 desa yang tersebar di 8 kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi yang mengalami krisis air bersih.
Sebanyak 246.000 air bersih sudah didistribusikan ke 29 desa yang terdampak kekeringan tersebut.
Wilayah yang paling luas mengalami bencana kekeringan adalah Kecamatan Sukawangi dan Cibarusah, dengan masing-masing 7 desa terdampak kekeringan.
Adapun, enam kecamatan lain yang mengalami kekeringan adalah Kecamatan Muaragembong, Cabangbungin, Pebayuran, Babelan, Bojongmangu, dan Karangbahagia.
BPBD Kabupaten Bekasi merilis data sebaran wilayah terdampak kekeringan, yakni Desa Pantai Harapan dan Jayasakti di kecamatan Muaragembong; Desa Sukawangi, Sukadaya, Sukaringin, Sukabudi, Sukatenang, Suka mekar, dan Sukakerta di Kecamatan Sukawangi.
Baca Juga: Kekeringan Meluas, Kabupaten Bekasi Berstatus Tanggap Darurat Bencana
Desa Kedungjaya, Bunibakti, dan Huripjaya di Kecamatan Babelan; Desa Karang Indah, Medal Krisna, Karang Mulya, dan Sukamukti di Kecamatan Bojongmangu.
Desa Sindangsari, Jayabakti, Lenggahsari, Setialaksana di Kecamatan Cabangbungin; Desa Bantarjaya di Kecamatan Pebayuran; serta Desa Karangsetia di Kecamatan Karangbahagia.
Sebaran terakhir yang mengalami kekeringan ada di Kecamatan Cibarusah, meliputi Desa Sindangmulya, Wibayamulya, Simajati, Ridogalih, Ridomanah, Cibarusah Kota dan Cibarusah Jaya.
Melihat luasnya sebaran kekeringan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah meningkatkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan menjadi Tanggap Darurat Bencana Kekeringan.




