BEKASI.POJOKSATU.id - Pilkada Kabupaten Bekasi tahun ini diwarnai orang-orang yang berkorban karier demi mendapat kans menjadi kepala daerah.
Salah satunya, BN Holik, kader Partai Gerindra yang berpasangan dengan Faizal Hafan Farid, politisi PKS.
Holik dikenal sebagai politisi yang merintis dari bawah sejak muda. Dia kini menggagas berbagai program termasuk kartu Bekasi maju yang disingkat KBM.
Baca Juga: Zero Stunting di Kabupaten Bekasi, BN Holik Bakal Implentasikan Program Makan Siang Gratis
Berikut ini fakta menarik mengenai BN Holik yang warga Kabupaten Bekasi belum tahu. Apa saja itu? Mari kita simak.
1. Singkatan BN di depan namanya
Banyak yang bertanya apa singkatan BN di depan nama Holik Qodratulloh. Ternyata, BN adalah singkatan dari dua kata nama depannya, yaitu Badarudin Nooreza.
Jika dijabarkan, maka Holik mempunyai nama yang cukup panjang: Badaruddin Nooreza Holik Qodratulloh.
2. Ikut demonstrasi reformasi di Jakarta
Dalam suatu sesi podcast di salah satu media, Holik pernah berkisah tentang keikutsertaanya dalam reformasi di Jakarta. Saat itu, tahun 1998, Holik berkuliah di Jakarta.
Dia mengenal nama Fahri Hamzah dan Adian Napitupulu yang saat itu santer sebagai tokoh pemuda.
3. Berkiprah di kampung halaman
Selepas reformasi, Holik kembali ke Desa Serang di Cikarang Selatan. Saat era Presiden Abdurrahman Wahid, digagas lembaga Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Holik pun terpilih menjadi anggota BPD pada tahun 2001 dan berkiprah sebagai wakil masyarakat untuk lingkup desa.
4. Pernah jadi kepala desa
Selepas menjadi anggota BPD, suami dari Yanah Nursolikhah ini mencalonkan diri sebagai kepala desa dan terpilih.
Desa Serang merupakan kampung halaman istrinya dan di situ dia menjabat sebagai kepala desa selama 4 tahun.
5. Berorganisasi di Karang Taruna
Holik tercatat pernah menjadi ketua Karang Taruna Kecamatan Cikarang Selatan.
Organisasi sosial pelat merah tersebut mewarnai perjalanan politiknya untuk mencapai ke jenjang yang lebih tinggi.
6. Impian sejak kecil
Holik dalam podcast di Urban J TV menyebut menjadi bupati adalah cita-citanya sejak kecil. Karena itu, saat ada kesempatan terbuka lebar dia memanfaatkannya.
Dia mendapat kepercayaan dari partai berupa rekomendasi sehingga menjadi modal utama dalam maju di Pilkada 2024.
7. Hanya 20 hari jadi anggota DPRD Jabar
Pada Pileg 2024 Holik terpilih menjadi anggota DPRD Jawa Barat. Akan tetapi, baru dilantik beberapa hari dia sudah mengajukan pengunduran diri.
Walhasil, BN Holik hanya tercatat 20 hari menjadi anggota DPRD Jawa Barat, karena dia mendaftarkan diri sebagai calon bupati Bekasi.***




