BEKASI.POJOKSATU.ID - Cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Bekasi yang masih berada di angka sekitar 40 persen menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah dan Perumda Tirta Bhagasasi.
Kondisi ini mendorong Badan Usaha Milik Daerah tersebut untuk melakukan reaktivasi Instalasi Pengolahan Air Tambun Utara sebagai langkah strategis memperluas layanan dan mendekati target 60 persen cakupan air bersih pada 2029.
Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi Hasan, menegaskan bahwa reaktivasi IPA Tambun Utara merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Baca Juga: Arus Balik Libur Long Weekend Mulai Terasa, Volume Kendaraan ke Jabodetabek Meningkat
Instalasi yang berlokasi di Desa Karangsatria itu memiliki kapasitas terpasang 50 liter per detik dan mampu memproduksi air bersih sekitar 24 liter per detik untuk melayani warga Kecamatan Tambun Utara.
"Ini komitmen kami mewujudkan salah satu visi misi perusahaan yakni memberikan nilai bagi masyarakat dan berorientasi pada kepuasan pelanggan," ujar Reza.
IPA Tambun Utara sebelumnya tidak beroperasi selama sekitar lima bulan akibat sejumlah kendala teknis.
Baca Juga: Curah Hujan Tinggi Picu Genangan di Jalan Tol Sedyatmo, Jasa Marga Kerahkan Pompa
Reza mengungkapkan, dirinya langsung menginstruksikan jajaran untuk mengatasi persoalan tersebut agar pasokan air bersih kepada masyarakat tidak terus terganggu.
"Kami reaktivasi kembali karena sebelumnya sudah tidak berfungsi. Saya sudah instruksikan jajaran untuk mengatasi persoalan ini demi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat," katanya.
Proses reaktivasi diakui tidak berjalan mudah. Kepala Kantor Cabang Pembantu Perumda Tirta Bhagasasi Tambun Utara, Nailul Author, menjelaskan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengujian kualitas air harus dilakukan secara menyeluruh sebelum instalasi kembali dioperasikan.
Baca Juga: BPBD Catat 13 Titik Banjir di Kabupaten Bekasi, Ketinggian Air Capai 2 Meter
"Ternyata masih ada bau. Akhirnya saya stop dulu," ungkap Nailul.
Setelah dilakukan perbaikan serta didukung normalisasi sungai oleh pemerintah daerah, kualitas air baku kembali membaik.
"Hasilnya kami koordinasikan lagi ke pusat sampai akhirnya disetujui untuk aktivasi kembali," ujarnya.
Anggota Dewan Pengawas Perumda Tirta Bhagasasi, Romli Romliandi, menilai reaktivasi IPA Tambun Utara sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan.
Saat ini, sistem perpipaan baru melayani sekitar 330.000 kepala keluarga di Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: Plt Bupati Bekasi Tinjau Korban Banjir di Cikarang, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan
"Sesuai business plan hingga 2029 dan arahan kepala daerah, cakupan layanan pelanggan ditargetkan mencapai 60 persen," katanya.
Untuk mencapai target tersebut, Perumda Tirta Bhagasasi juga merencanakan pemasangan jaringan pipa baru hingga wilayah pelosok, dengan proyeksi penambahan 15.000 hingga 16.000 sambungan langganan setiap tahun.
Romli berharap dukungan penyertaan modal dari pemerintah daerah serta kerja sama investasi dapat mempercepat perluasan layanan air bersih.
"Dengan demikian, cakupan layanan air bersih dapat lebih tersebar dan dirasakan masyarakat secara merata," pungkasnya.***




