BEKASI.POJOKSATU.ID - Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan ketertiban di tengah keberagaman yang ada di Kabupaten Bekasi.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus kegiatan Safari Ramadan di Masjid Raya Al Azhar Jababeka, Kecamatan Cikarang Utara, Kamis 5 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Asep menekankan bahwa Kabupaten Bekasi merupakan wilayah dengan tingkat keberagaman yang tinggi.

Baca Juga: Jalur Mudik Bekasi Dikebut, Perbaikan Jalan Nasional dan Kalimalang Ditargetkan Rampung Sebelum 13 Maret

Selain dihuni masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, wilayah ini juga menjadi tempat tinggal bagi warga negara asing yang bekerja di kawasan industri.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kekuatan sekaligus tantangan yang harus dikelola dengan baik agar kehidupan masyarakat tetap harmonis dan kondusif.

“Tadi saya juga dipesan oleh Ibu Kapolres agar semua masyarakat menjaga lingkungannya dan menjaga hubungan antarwarga. Karena Kabupaten Bekasi ini penduduknya sudah sekitar 3,4 juta jiwa dan sangat majemuk,” ujar Asep.

Baca Juga: Cikarang Pusat dan Utara Jadi Sorotan, Pemkab Bekasi Tertibkan Puluhan PMKS di Sejumlah Titik Rawan

Ia menjelaskan bahwa dengan jumlah penduduk yang besar dan latar belakang yang beragam.

Penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga toleransi serta saling menghormati satu sama lain.

Bekasi yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia menjadi tujuan banyak orang untuk bekerja dan menetap.

Baca Juga: Warga Kertarahayu Tolak Eksekusi Lahan Tol Japek 2 Selatan, Nilai Harga Ganti Rugi Cuma 400 Ribu per Meter

Kehadiran masyarakat dari berbagai daerah bahkan dari berbagai negara menjadikan wilayah ini memiliki dinamika sosial yang tinggi.

Karena itu, menurut Asep, menjaga kerukunan antarwarga menjadi hal yang sangat penting agar kehidupan sosial tetap berjalan dengan baik.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi.

Tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan karakter dan spiritual masyarakat.

“Pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan karakter serta spiritual masyarakat,” kata Asep.

Baca Juga: Pengusaha Bekasi Mulai Rasakan Kenaikan Harga BBM dan Transportasi, Sinyal Awal Dampak Konflik Timur Tengah

Dalam kegiatan Safari Ramadan tersebut, Asep juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi memiliki agenda khusus untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Menurutnya, kegiatan Safari Ramadan menjadi salah satu cara pemerintah daerah untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendengar langsung aspirasi warga.

“Kita Pemerintahan Kabupaten Bekasi mempunyai empat agenda Safari Ramadan. Ini yang kedua, tinggal dua lagi. Ini adalah jalinan silaturahmi antara Pemkab Bekasi dengan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Misteri Mayat di Kali Villa Gading Harapan Belum Terungkap, Sidik Jari Tak Terbaca dan Keluarga Korban Masih Dicari

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kualitas hubungan sosial antarwarga.

Asep juga berharap masyarakat menjadikan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan masyarakat yang harmonis dan penuh kedamaian.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahmi, serta bersama-sama membangun Kabupaten Bekasi yang religius, harmonis, dan sejahtera,” ujarnya.

Dengan menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman, ia optimistis Kabupaten Bekasi dapat terus berkembang menjadi daerah yang maju sekaligus tetap menjaga nilai-nilai sosial dan budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.***