BEKASI.POJOKSATU.id - Ada yang berbeda dari kerja bakti rutin Pemerintah Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, yang berlangsung di Perumahan Bekasi Timur Regency pada Sabtu, 14 Juni 2025.

Selain membersihkan lingkungan, kegiatan kali ini diwarnai dengan aksi penanaman pohon sebagai langkah konkret menghadapi dampak perubahan iklim.

Kepala Desa Burangkeng, Nemin, memimpin langsung penanaman ratusan pohon di lingkungan perumahan. Menurutnya, program ini bertujuan untuk mengurangi suhu panas dan menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk di wilayah desa.

“Penanaman pohon ini adalah bagian dari mitigasi perubahan iklim. Kita tahu cuaca makin panas, dan salah satu solusi jangka panjang adalah memperbanyak ruang hijau,” ungkap Nemin.

Baca Juga: Seleksi Calon Mahasantri PKU MUI Kabupaten Bekasi 2025 Diikuti 148 Peserta, 40 Terbaik Akan Dipilih

Nemin juga memastikan jenis pohon yang ditanam dipilih dengan cermat agar tidak merusak infrastruktur seperti jalan dan saluran air. “Kami targetkan 500 pohon, di mana 300 pohon lainnya akan ditanam secara bertahap di seluruh wilayah Desa Burangkeng,” tambah mantan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi itu.

Ia menekankan bahwa perubahan iklim bukan lagi isu global semata, melainkan sudah berdampak langsung ke tingkat lokal, termasuk potensi cuaca ekstrem yang bisa mengganggu kehidupan masyarakat.

Kegiatan kerja bakti mingguan sendiri sudah menjadi rutinitas di Desa Burangkeng. Nemin menyebut kegiatan ini tak hanya untuk menjaga kebersihan, tapi juga sebagai upaya mencegah bencana, seperti banjir akibat saluran tersumbat atau lingkungan yang tak terurus.

“Dengan lingkungan bersih dan pohon-pohon rindang, desa kita akan lebih nyaman, sehat, dan aman dari risiko bencana,” tutupnya.***