POJOKSATU.id - Pemerintah Desa Kertarahayu berusaha meningkatkan program ketahanan pangan pada tahun 2024 mendatang.
Program tersebut meliputi pengembangan peternakan dan juga penanaman sayur-sayuran.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kertarahayu, Dedi, menjelaskan pada program sebelumnya atau musim 6 pertama kelompok tani dapat menghasilkan padi hingga 9 tahun lebih.
"Masih belum sesuai target karena target kita maksimal bisa 15 sampai 16 ton. Kita kendalanya di banjir area sawah dan ada beberapa titik yang terkena hama Walang sangit," kata dia, belum lama ini.
Baca Juga: Tradisi Babaritan, Bentuk Syukur Masyarakat Desa Kertarahayu Sambut Tahun Baru Islam
Oleh karena itu, kata Dedi, pada musim tanam kedua kelompok tani akan lebih memaksimalkan penanaman dan berupaya meminimalisasi hama dan kendala yang terjadi pada musim tanam pertama.
"Rencana kita akan kita kembangkan lagi ke lahan dan di lokasi yang lain, sekarang yang ada sudah 3 haktare dan kita akan buka lagi untuk sekitar 5 sampai 6 hektare," ungkap Dedi.
Sementara untuk program penanaman sayur-sayuran masih juga belum memenuhi target.
"Sayur-sayuran kita gagal di pembuahan, terong itu kita siapkan 20.000 polybag tetapi yang berbuah hanya 20 persen," kata dia.
Baca Juga: Desa Kertarahayu Ditunjuk Jadi Desa Pangan Aman
"Kendalanya di media tanam dan ketersediaan pengairan, jadi waktu itu belum ada Embung sehingga kekeringan. Sekarang kita buatkan embung jadi bisa menampung air hujan Agar tanaman tidak mengalami kekeringan lagi," kata dia.
Dedi berharap pada tahun ini program ketahanan pangan dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil sesuai yang ditargetkan.***




