POJOKSATU.id - Adanya kasus dualisme jabatan kepala sekolah di SDIT Attsurayya Cikarang, membuat ratusan siswa tidak mendapatkan kelas untuk proses belajar mengajar.

Di SDIT Attsurayya yang berada di Karangasih, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, itu dipimpin 2 kepala sekolah yakni Alwi Alatas dan Nanang Setya Ganda.

Namun berjalannya waktu, kepala sekolah lama yakni Alwi Alatas sudah diberhentikan oleh pihak Yayasan Daarun Naadwah Cikarang dengan Surat Keputusan yang dikeluarkan pihak yayasan.

Kuasa Hukum SDIT Attsurayya Cikarang M. Gary Gagarin Akbar menjelaska dengan adanya dualisme itu menyebabkan 30 persen siswa mendapatkan intimidasi.

"Intimidasi yakni tidak mendapatkan kelas untuk proses belajar mengajar. Akhirnya yang tidak mendapatkan kelas kita tetap mengakomodir kita fasilitas," tegas Gary kepada Pojoksatu.id, Jumat, 21 Juli 2023.

Baca Juga: Sengketa Jabatan Kepsek di SDIT Attsurayya Bikin Prihatin, Peserta Didik Terdampak

"Kalau siswa varu semuanya ikut ke Pak Alwi karena mereka tidak mengetahui adanya dualisme Kepala sekolah," tambah dia.

Dengan tidak mau mengalahkannya Alwi, masih kata Gary, untuk itu Kepala sekolah baru yang ditunjuk oleh yayasan tidak bisa menjalankan tugas-tugasnya.

"Bahkan kepala sekolah baru mendapatkan intimidasi juga. Pak Nanang sedang jalan sekitar kelas saja langsung diusir oleh beliau. Jadi ada intimidasi dari Pak Alwi ataupun dari komite sekolah tersebut," jelas dia.

Tak hanya itu, Gary membeberkan ada 105 siswa yang mendaftar ke Yayasan Daarun Naadwah Cikarang belum terdaftar ke Disdik.

"Kami belum menginput karena semuanya ke Pak Alwi kami tidak mempunyai akses dan ditutup," kata dia.

Gary menegaskan terkait legalitas anak-anak baru pihaknya meminta siswa baru untuk mendatangi pihak yayasan dan juga kepala sekolah yang sah yakni Nanang Setya Ganda. 

"Kami nanti akan memberikan edaran bagi anak-anak baru ini datang ke yayasan ataupun ke kepala sekolah baru untuk di input data resminya karena kalau tidak statusnya tidak terdaftar itu bisa tidak diakui oleh dinas kalau terlambat melakukan pendaftaran," tegas dia.

"Karena Pak Alwi tidak memiliki akses lagi sudah semuanya ada di kita, kita kasih pilihan saja mau ikut yayasan atau ke dia karena kita memiliki data resminya," demikian kata dia.

Pojoksatu.id mencoba menghubungi kepala sekolah sebelumnya, Alwi Alatas, pada Jumat, 21 Juli 2023, siang, tetapi belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini diturunkan.***