BEKASI.POJOKSATU.ID - Banjir besar kembali melanda Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada awal tahun ini. Sejumlah desa dilaporkan menjadi wilayah terparah, dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 80 sentimeter.

Desa Karang Satria, Jejalen Jaya, Srijaya, dan Srimukti menjadi titik paling terdampak akibat luapan Sungai Cikarang Bekasi Laut dan Kali Bekasi.

Camat Tambun Utara, Najmudin, mengatakan hampir seluruh desa di wilayahnya terdampak banjir.

Baca Juga: Air Bersih Masih Terbatas, Perumda Tirta Bhagasasi Pacu Target Layanan 60 Persen

Namun, empat desa tersebut mengalami kondisi paling serius karena ketinggian air yang merendam permukiman warga sejak dini hari.

"Yang paling parah Karang Satria, Jejalen Jaya, Srijaya, dan Srimukti. Ketinggian air 50 sampai 80 cm, dari lutut sampai sedada orang dewasa," kata Najmudin.

Genangan air setinggi itu membuat aktivitas warga lumpuh.

Baca Juga: Arus Balik Libur Long Weekend Mulai Terasa, Volume Kendaraan ke Jabodetabek Meningkat

Banyak rumah terendam, perabotan tidak dapat diselamatkan, dan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, masjid, musala, pasar, hingga pondok pesantren dimanfaatkan sebagai lokasi pengungsian sementara.

Najmudin menyebutkan, meskipun Tambun Utara dikenal sebagai wilayah langganan banjir, kejadian kali ini tergolong besar dan menjadi yang kedua akibat luapan sungai.

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi Picu Genangan di Jalan Tol Sedyatmo, Jasa Marga Kerahkan Pompa

"Wilayah ini memang sering banjir, tapi ini sudah yang kedua kalinya banjir besar karena luapan Sungai Cikarang Bekasi Laut dan Kali Bekasi," ujarnya.

Dari total sekitar 200 ribu penduduk Tambun Utara, diperkirakan sekitar 10 ribu hingga 12 ribu warga terdampak langsung oleh banjir kali ini.

Sebagian besar berasal dari desa-desa yang terendam paling parah.

"Data sementara 200 ribu penduduk Tambun Utara, mungkin sekitar 10 ribu sampai 12 ribu yang terdampak banjir tahun ini," kata Najmudin.

Saat ini, fokus pemerintah kecamatan adalah memastikan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.

Baca Juga: BPBD Catat 13 Titik Banjir di Kabupaten Bekasi, Ketinggian Air Capai 2 Meter

Sejumlah posko pengungsian telah dibuka di berbagai titik.

"Mereka sudah aman, bisa menetap di sekolah-sekolah, pasar, masjid, musala, dan pondok pesantren. Tapi logistik sangat dibutuhkan karena rumah dan alat masak mereka terendam," ujarnya.

Selain pengungsian, dapur umum juga mulai disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak.

Pemerintah setempat berharap bantuan logistik segera berdatangan, sekaligus adanya perhatian lebih serius untuk penanganan banjir jangka panjang agar desa-desa di Tambun Utara tidak terus menjadi korban setiap musim hujan.***