TAMBUN SELATAN, POJOKSATU.id - Jika Anda sedang mencari destinasi wisata Sejarah Bekasi yang sarat nilai edukasi sekaligus modern, Gedung Juang Tambun adalah jawabannya. Bangunan bersejarah yang terletak di Jalan Sultan Hasanudin Nomor 39, Kelurahan Setiadarma, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi ini berdiri anggun sebagai saksi bisu perjalanan panjang perjuangan rakyat Bekasi.

Gedung Juang juga dengan sebutan “Gedung Tinggi”. Bangunan berarsitektur kolonial ini kini telah bertransformasi menjadi Museum Digital Gedung Juang, museum berkonsep teknologi digital pertama di Bekasi yang memadukan nilai historis dan pengalaman modern.

Sejarah Berdirinya Gedung Juang Tambun

Jejak sejarah Gedung Juang bermula dari masa kolonial Belanda. Gedung ini awalnya merupakan rumah peristirahatan (landhuis) milik seorang bangsawan Tionghoa dan tuan tanah bernama Khouw Tjeng Kee, yang menjabat sebagai Luitenant der Chinezen.

Pembangunannya dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pertama pada tahun 1906 sampai tahun 1910 pembangunan awal gedung utama, tahap kedua pada tahun 1925 penyempurnaan dan perluasan area bangunan.

Pada masa itu, gedung ini berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus pusat pemantauan perkebunan dan pertanian milik keluarga Khouw. Halaman depannya dahulunya dipenuhi pepohonan mangga yang menjadi ciri khas kawasan Tambun pada era kolonial.

Seiring bergejolaknya perang kemerdekaan, peran Gedung Juang Tambun bergeser dari sekedar rumah peristirahatan menjadi benteng pertahanan vital. Masa pendudukan Jepang (1942-1945) Bangunan ini disita dari keluarga Khouw dan dijadikan salah satu pusat kekuatan militer Jepang.

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Komite Nasional Indonesia (KNI) mengalihfungsikan gedung ini sebagai kantor Kabupaten Jatinegara serta pusat komando pejuang Bekasi dan Cibarusah dalam mempertahankan kemerdekaan dari pasukan Sekutu dan Belanda, lokasinya yang berdekatan dengan stasiun Tambun, gedung ini pernah menjadi arena perundingan pertukaran tawanan perang antara pihak Indonesia dan Belanda.

Meskipun sempat dikuasai kembali oleh Belanda saat Agresi Militer, pejuang Indonesia akhirnya berhasil merebut Kembali Gedung ini pada tahun 1950.

Transformasi Menjadi Museum Digital Bekasi

Setelah sempat beberapa kali beralih fungsi mulai dari kantor dinas pemerintahan, markas TNI, Gedung DPRD, hingga tempat perkuliahan Akademi Pembangunan Desa (APD, kini Unisma Bekasi) Pemerintahan Kabupaten Bekasi melakukan revitalisasi besar-besaran. Pada 19 Maret 2021, cagar budaya ini diresmikan sebagai Museum Bekasi berkonsep digital.

Pengunjung disuguhkan berbagai daya tarik interaktif seperti Diorama Digital yang menggambarkan lanskap Sejarah perjuangan rakyat Bekasi melawan penjajah, informasi periodisasi Pemimpin/Bupati Bekasi serta bukti Sejarah yang dikemas menggunakan teknologi modern, menjadi wadah berkumpulnya para penggiat seni dan budayawan lokal.