BEKASI.POJOKSATU.id - Sejumlah komoditas pangan strategis di Kabupaten Bekasi mengalami kenaikan harga akibat terganggunya rantai pasok serta meningkatnya biaya operasional distribusi dan peternakan.
Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional menunjukkan kenaikan harga pada komoditas seperti daging sapi, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah.
Di beberapa pasar, seperti Pasar Cikarang, Pasar Cibarusah, dan Pasar Serang, harga sejumlah komoditas bahkan telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Untuk daging sapi, harga saat ini berada di kisaran Rp135.000 hingga Rp150.000 per kilogram. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya distribusi dari sentra peternakan dan rumah potong hewan. Selain itu, kondisi geopolitik global turut memengaruhi pasokan daging impor.
Baca Juga: Polisi Ajak Pelajar Jauhi Tawuran, 5 Pemuda Diamankan di Cikarang Utara
Sementara itu, harga cabai merah keriting di Pasar Cibarusah mencapai Rp68.000 per kilogram. Di Pasar Tambun dan Pasar Serang, harga masih berkisar Rp45.000 per kilogram atau di bawah HET sebesar Rp55.000 per kilogram.
Adapun cabai rawit merah dijual hingga Rp90.000 per kilogram di Pasar Cikarang dan Pasar Serang. Harga terendah tercatat di Pasar Babelan sebesar Rp65.000 per kilogram, namun tetap melampaui HET yang ditetapkan sebesar Rp57.000 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada bawang putih yang kini menyentuh Rp40.000 per kilogram, naik sekitar Rp10.000 dibanding harga normal. Sedangkan harga bawang merah berada pada rentang Rp35.000 hingga Rp50.000 per kilogram.
Helmi menjelaskan, gangguan pasokan akibat gagal panen cabai di Garut menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Bekasi telah menyiapkan pasokan alternatif dari Sumatera.
Baca Juga: Inflasi Kabupaten Bekasi Diklaim Terkendali, Daya Beli Masyarakat Masih Aman
"Selain dipengaruhi biaya operasional, kenaikan harga juga terjadi karena hambatan rantai pasok, seperti gagal panen cabai di Garut yang berdampak pada distribusi ke Pasar Induk Cibitung. Untuk menjaga stabilitas harga, kami menyiapkan pasokan alternatif dari Sumatera," kata Helmi.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan menekan gejolak harga pangan di Kabupaten Bekasi.***




