BEKASI.POJOKSATU.ID - Warga RT 13 dan RT 14 RW 6 Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan akses jalan lingkungan yang terputus akibat pembangunan Tol Jakarta–Cikampek II atau Tol Japek 2 Selatan Seksi 2A.
Jalan yang sebelumnya menjadi jalur utama warga kini tertutup proyek tol, tanpa ada pengganti berupa jembatan atau akses baru.
Dedeh, salah seorang warga, mengatakan bahwa sebelum pembangunan tol terdapat dua titik jalan yang biasa digunakan. Namun, setelah proyek berjalan, akses tersebut hilang dan belum ada solusi dari kontraktor Japek 2 Selatan yaitu PT Wijaya Karya.
Baca Juga: PSEL Kabupaten Bekasi Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026, Masih Kekurangan 5 Hektare Lahan
“Tadinya ada dua titik penyeberangan, sekarang kehalang tol. Kirain bakal ada jalan gantinya, tapi sampai sekarang nggak ada. Itu bukan cuma jalan tikus, tapi jalan coran yang biasa dipakai warga,” ujarnya, Kamis, 2 Oktober 2025.
Kondisi ini membuat warga harus memutar jauh untuk beraktivitas. Warga yang sehari-hari berdagang mengaku sangat terbebani.
“Saya nggak bisa naik motor, jadi kalau mau ke seberang harus jalan muter jauh. Anak saya juga adanya di belah sana, makanya repot sekali,” keluh warga lain menimpali.
Menurut warga, pihak desa sudah bersurat kepada pengelola tol untuk meminta solusi, namun hingga kini belum ada tindak lanjut nyata.
Meski demikian, warga menegaskan dalam 2 tahun terakhir mereka tidak mempermasalahkan kebisingan maupun debu dari proyek tol, melainkan hanya menuntut akses jalan dikembalikan.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Perumahan MBR Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional
“Kami nggak pernah komplain soal berisik atau ngebul, padahal kerja sampai tengah malam. Tuntutan kami cuma satu: bikinin jalan dulu. Jangan sampai akses warga dihilangkan,” tegas Dedeh.
Setidaknya ada 2 titik jalan yang terputus di wilayah RT 13 dan 14 RW 6. Warga berharap pihak terkait segera menyediakan akses alternatif agar mobilitas masyarakat tidak terganggu.***




