BEKASI.POJOKSATU.id - Jembatan Cipamingkis di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, kembali dibuka secara terbatas mulai Senin malam, 14 Juli 2025.
Akses hanya diperbolehkan bagi sepeda motor dan pejalan kaki, sementara kendaraan roda empat ke atas belum diizinkan melintas karena masih dinilai berisiko.
Sebelumnya, jembatan ini ditutup total selama lima hari akibat ambrolnya dinding penyangga yang disebabkan derasnya arus Sungai Cipamingkis. Kerusakan terjadi di dua titik, yaitu pada talud penahan tanah (TPT) dan konstruksi jembatan yang mengalami pergeseran.
Baca Juga: MTQ VII Kecamatan Setu Berlangsung Meriah, Hasilkan Bibit Unggul Qari dan Qariah
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, menyatakan bahwa pembukaan akses dilakukan setelah perbaikan sementara oleh pihak swasta yang sebelumnya mengerjakan pembangunan dinding penyangga.
“Proses perbaikan sudah berjalan kembali. Untuk sementara, jembatan yang sebelumnya ditutup kini dibuka, tetapi hanya bisa dilalui kendaraan roda dua,” ujar Henri, belum lama ini.
Henri menambahkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) untuk perbaikan permanen. Namun, hingga kini belum ada kepastian pelaksanaan perbaikan lanjutan.
“Kalau informasi terakhir yang saya terima, Kemen PU akan mengajukan anggaran darurat bencana untuk perbaikan pascaabrasi,” jelasnya.
Baca Juga: Desa Kedungwaringin dan Desa Lambangsari Jadi Percontohan KDMP
Meskipun belum sepenuhnya pulih, Henri memastikan jembatan cukup aman dilewati sepeda motor. Pihaknya juga telah memberikan pembatas jalur sebagai langkah pengamanan tambahan.
“Kami buatkan jalur pembatas bagi kendaraan yang melintas, sebagai upaya menghindari kecelakaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Publik Kecamatan Cibarusah, SuTaryan, menyambut baik dibukanya kembali akses jembatan ini. Ia menilai hal tersebut sangat membantu mobilitas warga yang sebelumnya terganggu.
“Kalau jembatan ditutup, waktu tempuh bisa bertambah hampir satu jam karena harus memutar,” ujarnya.
Menurutnya, dibukanya kembali jembatan juga dapat mengurangi risiko kriminalitas, terutama pada malam hari saat jalanan sepi dan minim penerangan.
“Dengan kondisi jalan yang gelap dan sepi saat malam, jembatan yang kembali dibuka ini membantu mengurangi potensi kejahatan dan mempercepat mobilitas warga,” kata dia.***




